SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Ragam penampilan seni dan budaya meramaikan Panggung Asa di Satuasa Coffee, Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, pada Kamis malam, 6 Agustus 2026.
Atraksi seni yang ditampilkan beragam dari Sanggar Si Badui Ciruas yang berlokasi tepatnya di Bumi Ciruas Permai 1, Kabupaten Serang. Penampilan dan atraksi yang ditampilkan diantaranya Spesial Performance Tari Gamparan Belapati, sebuah tarian khas Serang karya penggiat seni yang tergabung dalam Sanggar Sibadui.
Fetty Octaria Ketua Sanggar Si Badui mengatakan, bahwa penampilan yang menarik perhatian pengunjung salah satunya Tari Gamparan Belapati.
Ia menjelaskan bahwa tarian tersebut terinpirasi dari dirinya yang diminta untuk membuat tarian khas dari Kabupaten Serang.
“Tari Gamparan Belapati itu awal terbuatnya adalah terinspirasinya itu saat Ibu Leni Yuliani yang menjabat sebagai Kabid Kebudayaan Kabupaten Serang. Asal muasalnya terbuat dari beliau, tolong sih Bu Feti buat tarian khas untuk Kabupaten Serang khususnya gitu ya,” katanya usai penampilan di Panggung Asa.
“Dan saya terinspirasi membuat temanya dari kepahlawanan. Pahlawan wanita yang dari Cikande ya sambil menggali menggali sejarahnya juga sambil proses ya namanya proses gitu. Menggali sejarahnya terus dibentuk, dibuat dalam bentuk tarian, Tari Gamparan Belapati,” tambahnya.
Fetty menuturkan, dibalik semangat anak didiknya yang merupakan siswa SD dan SMP saat ini sudah mencapai puluhan orang.
“Yang tetap itu ada sekitar pokoknya kalau tetap itu sekitar 50-an kalau yang tetap. Kalau kalau yang tidak tetap kadang datang kadang pergi gitu ya. Itu kalau misalkan dihitung itu Itu 80-an, ya,” katanya.
Latihan yang dilakukan di Sanggar Si Badui setiap hari Sabtu dan Minggu. Namun jadwal latihan terkadang dilakukan secara kondisional kata Fetty.
“Kalau untuk disanggarnya, untuk tari khususnya itu hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu dan Minggu. Tapi kalau kayak tadi ada penampilan angklung ya. Ada penampilan angklung terus kayak angklungnya anak-anak kecil kalau itu kita mengikuti jadwal sekolah,” tuturnya.
Fetty berharap kedepannya para seniman terus berkarya tanpa batas walau masih banyak keterbatasan yang dihadapi.
“Harapannya adalah lebih diperhatikan lagi untuk seniman-seniman di Kabupaten Serang ini dalam berkarya khususnya untuk mendukung unit pendidikan. Tapi alhamdulillahnya sekarang ini sudah mulai ya,” tandasnya.
Editor: Abdul Rozak

