SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Desa di Kabupaten Serang diminta untuk mensukseskan Asta Cita presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, desa menjadi pilar utama Asta cita ke enam yakni membangun dari desa.
Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) I Asosiasi Pemerintah Dasa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih Provinsi Banten, yang digelar di Aston Anyer Beach Hotel, Jumat 7 Agustus 2026.
Muhibbin mengungkapkan, dalam Asta cita presiden Prabowo, desa menjadi pilar utama pembangunan nasional. Maka dari itu, para kepala desa harus aktif dalam mensukseskan Asta cita tersebut.
“Asta Cita keenam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberantasan kemiskinan,” katanya, Sabtu 8 Agustus 2027.
Ia menegaskan, kepala desa memiliki posisi strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Bukan sekedar sebagai penyelenggara pemerintahan di level terbawah yakni desa, melainkan juga sebagai perencana, penyusun, dan pelaksana pembangunan di desa.
“Saya menegaskan sekali lagi bahwa kepala desa itu pilar utama pembangunan yang ada di desa. Pembangunannya bukan hanya infrastruktur, tapi juga pembangunan SDM, kesejahteraan bagi masyarakat desa,” tegasnya.
Ia mengatakan, saat ini ada berbagai macam program yang berfokus ddi level desa, mulai dari program desa tematik, KDMP hingga program kampung nelayan merah putih.
“Apabila ini semuanya bisa dijalankan, ditangkap, dan direspon dengan baik oleh kepala desa, tentunya ini akan menghadirkan kebaikan ekonomi dan kebaikan kehidupan masyarakat desa untuk jangka panjang,” ujarnya.
Muhubbin menilai, implementasi Asta Cita keenam tidak bisa disamaratakan. Pasalnya, kondisi geografis dan demografinya serta sosial masyarakat desa sangat beragam.
“Ini bukan PR yang mudah apabila kita melihat dari aspek demografi dan geografis yang ada di Kabupaten Serang. Ada desa yang berbasis pertanian, perkebunan, daerah kawasan laut atau nelayan. Ada juga yang menjadi kawasan industri,” jelasnya.
Karena itu, program dari pusat seperti desa tematik, KDMP, hingga kampung nelayan merah putih harus disesuaikan dengan karakter masing-masing desa.
“Implementasinya akan berbeda-beda juga, disesuaikan dengan kondisi geografis dan demografi yang ada di Kabupaten Serang,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana

