LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Lebak bersama PMI Banten menyakurkan air bersih bagi ratusan warga di Desa Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, yang mengalami kesulutan air bersih, Rabu 12 Agustus 2026.
Diketahui kemarau yang melanda Kabupaten Lebak dalam dua bulan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan. Dampaknya, krisis air bersih kini terjadi di 38 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih yakni Kampung Pasir Jarat dan Kampung Sangaingang, Desa Pasirkacapi, Kecamatan Maja.
Ketua PMI Kabupaten Lebak, Asep Komar Hidayat mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan air akibat musim kemarau.
“PMI menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Pasirkacapi yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Asep.
Menurutnya, PMI akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, krisis air bersih di Kabupaten Lebak terus meluas. Hingga saat ini, tercatat 38 desa di 15 kecamatan terdampak kekeringan.
“Kkeringan bulan Juli sampai Agustus 2026, terdapat 15 kecamatan dan 38 desa yang terdampak. Jumlah warga terdampak mencapai 10.644 KK atau 37.899 jiwa,” kata Febby.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Lebak terus melakukan pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
“Bantuan distribusi air bersih yang kita salurkan kepada masyarakat mencapai 579.305 ritase, dengan realisasi penyaluran air sebanyak 308.000 liter,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana

