LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) aktif di Kabupaten Lebak hingga Juli 2026 mencapai 70,95 persen atau 166.945 jiwa dari total 233.594 pasangan usia subur (PUS).
Capaian peserta KB aktif tersebut telah melampaui target nasional sebesar 60 persen untuk prevalensi penggunaan kontrasepsi modern atau modern contraceptive prevalence rate (mCPR).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Lina Budhiarti mengatakan, tingginya kepesertaan KB di daerah yang dipimpin Bupati Hasbi Jayabaya tersebut tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur, mengenai pentingnya mengatur jarak kelahiran.
“Alhamdulillah, selama ini pencapaian KB di Lebak dinilai cukup berhasil, dengan lumayan tingginya angka kepesertaan KB. Kita optimistis pencapaian kepesertaan KB akan semakin meningkat,” kata mantan Sekretaris DPRD Lebak itu, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI, PKK, Dinas Kesehatan, Asosiasi Klinik, Posyandu, serta Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).
“Saya kira dengan kolaborasi itu realisasi KB aktif semakin meningkat. Realisasi KB aktif Kabupaten Lebak kedua di Banten,” ujarnya.
Dijelaskannya, program KB bertujuan membentuk keluarga sejahtera yang berkualitas. Karena itu, keluarga perlu merencanakan jumlah anak, meningkatkan kondisi ekonomi, serta mempersiapkan masa depan.
“Kami meyakini Program KB itu dapat mewujudkan keluarga sejahtera,” ujarnya.
Reporter: Nurabidin – Editor: Aas Arbi











