SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Layanan Trans Banten semakin diminati masyarakat sejak diluncurkan pada Oktober 2025. Hingga Juli 2026, bus Trans Banten Koridor 3 tercatat telah mengangkut 187.783 penumpang.
Tingginya jumlah pengguna menunjukkan transportasi publik tersebut mendapat sambutan positif, terutama dari kalangan mahasiswa.
Rute yang menghubungkan kawasan pendidikan membuat Trans Banten menjadi salah satu alternatif transportasi untuk menuju kampus.
Koridor 3 melayani rute UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) Ciceri-Terminal Pakupatan-Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari.
Layanan tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Kepala Bidang Angkutan dan Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Banten, Verry Junanta, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan layanan Trans Banten terus dikembangkan.
“Alhamdulillah layanan bus gratis ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” ujarnya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang pada jam sibuk, pengelola mengoperasikan empat bus besar dengan kapasitas sekitar 80 penumpang.
Pada Senin hingga Jumat, empat unit bus dioperasikan dengan interval keberangkatan sekitar 30 menit. Sementara pada Sabtu dan Minggu, hanya dua unit bus yang beroperasi dengan interval sekitar satu jam.
Verry mengatakan pengaturan jumlah armada disesuaikan dengan kebutuhan penumpang untuk menjaga efisiensi anggaran.
“Kalau empat mobil di akhir pekan tapi penumpangnya sedikit kan sayang, uang negara terbuang sia-sia. Tidak efisien, makanya sesuai kebutuhan kita siapkan,” paparnya.
Bantu Mobilitas Mahasiswa
Salah seorang pengguna Trans Banten, Cut Mutia Rahma, 20, mengatakan layanan tersebut sangat membantu mobilitasnya menuju kampus.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu menilai akses halte yang mudah serta rute yang melewati kawasan pendidikan membuat Trans Banten menjadi alternatif transportasi yang bermanfaat.
“Layanan ini mempermudah mobilitas sekaligus menghemat biaya transportasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan sopir Trans Banten, Agus Suryono, 48. Menurutnya, penumpang Trans Banten berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, pegawai pemerintah hingga pegawai RSUD Banten.
Saat aktivitas perkuliahan berlangsung, bus dari Terminal Pakupatan menuju Untirta kerap dipadati penumpang. Dalam satu perjalanan, jumlah penumpang bahkan bisa mencapai sekitar 60 orang sehingga sebagian penumpang harus berdiri.
“Di akhir pekan, Trans Banten juga sering dimanfaatkan masyarakat saat berkeliling bersama keluarga,” katanya.
Diketahui, rute Trans Banten telah menghubungkan sejumlah fasilitas pelayanan publik dan kawasan pendidikan, di antaranya Polda Banten, BNN Provinsi Banten, KPU Banten, BPBD Banten, Labkesda Banten, RSUD Banten, Untirta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Unbaja, Poltekkes Kemenkes Banten dan Universitas Bina Bangsa.
Editor Daru

