SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang menargetkan delapan desa berstatus maju naik kelas menjadi desa mandiri pada 2026.
Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto mengatakan, saat ini tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Serang. Dari total 326 desa, sebanyak 190 desa berstatus berkembang, 113 desa maju, dan 23 desa sudah masuk kategori mandiri.
“PR kita sekarang bagaimana mendorong desa yang berkembang naik menjadi desa maju, yang maju bisa naik ke mandiri,” kata Rudy.
Untuk mencapai target tersebut, DPMD Kabupaten Serang memberikan pemahaman kepada pemerintah desa mengenai indikator dan dimensi yang digunakan dalam penilaian Indeks Desa. Dengan begitu, setiap desa dapat mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Dari kriteria dan dimensi yang ada di Indeks Desa harus dipahami mereka kurangnya di mana. Cara menilainya bagaimana, mereka harus sadar sehingga kekurangan tersebut bisa dilakukan intervensi,” ujarnya.
Rudy mengatakan, target delapan desa naik dari status maju menjadi mandiri pada 2026 telah masuk dalam indikator kinerja utama (IKU) DPMD Kabupaten Serang.
“Tahun 2026 ini saya ditargetkannya delapan, dari maju ke mandiri,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, DPMD akan menginventarisasi desa-desa yang berstatus maju dan memiliki nilai indeks mendekati kategori mandiri. Desa-desa tersebut akan menjadi prioritas intervensi karena dinilai membutuhkan penanganan yang lebih sedikit untuk memenuhi indikator desa mandiri.
“Akan kita pelajari itu, mudah-mudahan bisa lebih dari delapan,” ujarnya.
Selain melakukan pembinaan, DPMD Kabupaten Serang juga menggandeng pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten melalui berbagai program pemberdayaan desa.
Sejumlah program seperti desa tematik, Desa Sehati, dan Indonesia Asri akan disinergikan dengan program prioritas DPMD Kabupaten Serang, yakni Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGR) Desa Tematik Bahagia 2026.
“Kita sinergikan dengan program pemerintah pusat dan provinsi, dikolaborasikan. Saat ini dalam tahap sosialisasi sebelum penilaian lomba,” katanya.
Menurut Rudy, program tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melihat keberhasilan pemerintah desa dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Penilaian BBGR dijadwalkan berlangsung pada September atau Oktober 2026. Setelah itu, penghargaan bagi desa berprestasi akan diberikan pada akhir tahun.
DPMD Kabupaten Serang juga berencana mengusulkan pemberian insentif pembangunan bagi desa yang meraih prestasi dalam program BBGR. Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong desa meningkatkan kinerjanya sehingga lebih cepat naik status.
“Dengan adanya insentif, tentunya akan meningkatkan dari maju ke mandiri,” tegasnya.
Selain BBGR, Rudy menyebut Program Desa Sehati yang disiapkan pemerintah pusat juga berpotensi mendukung peningkatan status desa. Melalui program tersebut, setiap desa berpeluang mendapatkan bantuan hingga Rp2,5 miliar untuk pengembangan potensi desa.
“Ini perencanaan programnya sedang disusun Bappenas, BRIN dan Kemendes untuk 30 ribu desa,” ujarnya.
DPMD Kabupaten Serang telah menyosialisasikan program tersebut kepada desa-desa yang memiliki program tematik. Pemerintah desa didorong menyiapkan proposal agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan melalui Program Desa Sehati.
“Kita akan berikan pendampingan agar nantinya bisa mendapatkan program tersebut,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani – Editor: Aas Arbi












