SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Banten menyoroti posisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten, yang disebut akan disalip PAD Kabupaten Tangerang.
Kondisi itu dinilai menjadi peringatan bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan daerah.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Banten, Wawan Suhada mengatakan, Pemprov Banten tidak boleh hanya bergantung pada sumber penerimaan yang selama ini menjadi andalan.
“Kami melihat nilai PAD Provinsi Banten ini hampir tersalip oleh PAD Kabupaten Tangerang. Ini menjadi sebuah cambuk untuk Pemprov Banten, khususnya Bapenda, agar dapat kreatif, melakukan inovasi dalam proses-proses pendapatan daerah,” kata Wawan, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Wawan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kabupaten Tangerang merupakan salah satu daerah dengan aktivitas ekonomi yang besar.
Karena itu, Pemprov Banten didesak harus memiliki strategi yang lebih agresif dalam mengembangkan potensi pendapatan.
Wawan juga meminta Bapenda Banten mengantisipasi perubahan sumber penerimaan pajak, termasuk dari sektor kendaraan bermotor.
Menurutnya, perubahan pola penggunaan kendaraan, terutama meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, perlu diantisipasi agar tidak berdampak terhadap penerimaan daerah dalam jangka panjang.
“Bapenda harus didorong proaktif dan kreatif untuk memaksimalkan misalnya pajak dari permukaan air, pajak tambang, dan retribusi lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, potensi pendapatan Banten sebenarnya masih cukup besar. Namun, diperlukan pemetaan dan skema pengelolaan yang lebih komprehensif agar potensi tersebut dapat dikonversi menjadi penerimaan daerah.
“Ini bukan perkara mudah, ini perkara yang harus kita siapkan skemanya secara komprehensif,” katanya.
Sementara itu, dalam KUA-PPAS APBD Banten 2027, PAD masih menjadi sumber pendapatan terbesar dengan target Rp 6,95 triliun.
Editor: Agus Priwandono

