SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Indonesia kembali memiliki tunggal putra peringkat satu dunia setelah 26 tahun menanti. Jonatan Christie atau Jojo naik dari posisi ketiga ke puncak ranking BWF pada pembaruan peringkat Agustus 2026.
Penantian panjang tersebut terakhir kali berakhir ketika Taufik Hidayat menduduki peringkat satu dunia pada 24 Agustus 2000. Jonatan menjadi tunggal putra Indonesia berikutnya yang mencapai posisi tertinggi tersebut.
Kenaikan Jonatan tidak terlepas dari hasil para pesaingnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebelumnya, pemain Indonesia itu berada di peringkat ketiga dengan koleksi 89.231 poin. Persaingan di papan atas kemudian berubah setelah sejumlah pemain unggulan tersingkir.
Salah satu hasil penting datang dari tersingkirnya Shi Yuqi pada babak awal Kejuaraan Dunia. Sementara itu, Chou Tien-chen juga gagal melaju ke final setelah dikalahkan Kodai Naraoka pada semifinal. Hasil tersebut membuat peluang Jonatan untuk mengambil alih posisi teratas semakin terbuka.
Jonatan sendiri harus terhenti di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026 setelah kalah dari wakil Denmark, Rasmus Gemke. Meski tidak melangkah jauh di turnamen tersebut, posisi ranking Jonatan tetap naik karena perolehan poin serta hasil yang diraih para rivalnya.
Menjadi pemain nomor satu dunia akan menjadi salah satu tonggak penting dalam karier Jonatan. Ia sebelumnya telah mencapai peringkat tertinggi kedua dunia pada Januari 2024, sebelum kembali bersaing memperebutkan posisi puncak pada musim 2026.
Bagi Indonesia, keberhasilan Jonatan juga memiliki makna historis karena mengakhiri penantian sejak era Taufik Hidayat. Taufik mencapai ranking satu dunia setelah meraih sejumlah prestasi penting pada 1999-2000, termasuk gelar Indonesia Open dan Malaysia Open.
Reporter: Nurandi -Editor: Aas Arbi

