SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Perumdam Tirta Madani menyiapkan kerja sama dengan Perumdam Tirta Al-Bantani pada 2027. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan industri di Kota Serang.
Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui pembelian air curah dari Perumdam Tirta Al-Bantani. Sumber air yang akan dimanfaatkan berasal dari Bendungan Sindangheula dan selanjutnya disalurkan Perumdam Tirta Madani kepada pelanggan di wilayah Kota Serang.
Direktur Perumdam Tirta Madani, Muhammad Arif Setiawan mengatakan, rencana kolaborasi tersebut masih dalam proses pembahasan. Pihaknya menargetkan, kerja sama dapat direalisasikan pada 2027 sebagai bagian dari pengembangan pelayanan perusahaan.
“Untuk setiap tahunnya kami punya target-target yang lebih maju, lebih baik dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Karena untuk rencana tahun 2027 kami juga akan bekerja sama dengan Perumdam Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang,” kata Arif kepada Radarbanten.co.id, Minggu, 23 Agustus 2026.
Arif menjelaskan, pihaknya akan membeli air baku dari Perumdam Tirta Al-Bantani melalui Bendungan Sindangheula. Sebelum direalisasikan, kedua perusahaan daerah akan menyusun MoU dan perjanjian kerja sama business to business.
“Jadi, kami akan mengambil air baku dari Sindangheula, kami akan membeli air curah dari PDAM Tirta Al-Bantani di daerah Ciruas,” terangnya.
Arif menambahkan, pembahasan juga mencakup perhitungan harga pembelian air per meter kubik dan harga jual kepada calon pelanggan. Skema tersebut harus memberikan manfaat ekonomi bagi Perumdam Tirta Madani, sehingga kerja sama dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Jadi, kami akan buatkan MOU kesepakatan, perjanjian B2B dengan Tirta Al-Bantani kira-kira setelah dilakukan analisa berapa kami harus beli per kubik air dan kami pun harus menjual berapa kepada calon pelanggan. Otomatis di situ harus ada profit bagi perusahaan kami. Nah ini masih dalam tahap pembahasan oleh kami,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin menilai, kerja sama tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung kebutuhan pembangunan dan investasi. Menurutnya, ketersediaan air bersih harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan kawasan industri, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan daerah.
“Yang terpenting adalah kebutuhan industri terpenuhi, investasi berjalan, dan Perumdam juga mendapatkan manfaat ekonomi dari kerja sama ini,” katanya.
Editor: Agus Priwandono

