LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Lebak turun langsung memantau aktivitas di Stasiun Rangkasbitung, Kamis, 27 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pelajar yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi massa.
Kepala KCD Pendidikan Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, bersama jajarannya terlihat berada di Stasiun Rangkasbitung. Mereka memantau pergerakan penumpang, khususnya pelajar yang hendak menggunakan Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang.
Gugun menegaskan, pelajar seharusnya menjalankan tugas utamanya, yakni mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
“Para pelajar tugasnya belajar. Selama dua hari ini harus berada di ruang kelas untuk mengikuti KBM,” kata Gugun saat melakukan pemantauan di Stasiun Rangkasbitung.
Menurut Gugun, pemantauan pergerakan pelajar tersebut dilakukan berdasarkan arahan pimpinan. KCD Pendidikan diminta melakukan pengawasan selama dua hari guna mencegah pelajar meninggalkan sekolah untuk mengikuti aksi di Jakarta.
Selain melakukan pemantauan di stasiun, KCD Pendidikan Kabupaten Lebak juga telah memberikan arahan kepada kepala sekolah dan guru untuk memperketat pengecekan kehadiran siswa.
“Kami juga sudah surati sekolah untuk mengecek kehadiran siswanya di sekolah,” ujarnya.
Gugun mengatakan, apabila terdapat siswa yang tidak hadir tanpa keterangan, pihak sekolah diminta segera melakukan konfirmasi kepada orang tua atau wali siswa.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar pelajar tetap berada di sekolah dan mengikuti proses pembelajaran sesuai jadwal.
Polisi Amankan Stasiun Rangkasbitung
Sebelumnya, Polda Banten menerjunkan puluhan personel kepolisian untuk melakukan pengamanan di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Petugas memantau aktivitas calon penumpang Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang di tengah berlangsungnya aksi massa di Jakarta.
Pantauan di lokasi, puluhan polisi berseragam lengkap tampak berkumpul di lobi Stasiun Rangkasbitung. Sejumlah personel di antaranya terlihat membawa senjata laras panjang.
Selain personel berseragam, beberapa anggota kepolisian berpakaian sipil juga disiagakan di sejumlah titik di area stasiun.
Sejumlah penumpang yang diduga hendak mengikuti aksi massa di Jakarta dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh anggota kepolisian. Mereka terlihat dimintai keterangan selama lebih dari lima menit.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, personel yang disiagakan di lapangan bertugas memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan ditujukan untuk melakukan penyekatan terhadap massa aksi.
“Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, baik yang menyampaikan aspirasi maupun pengguna jalan lainnya, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” kata Maruli kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Maruli menjelaskan, Polda Banten melakukan pengamanan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Menurutnya, pengamanan tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, baik di jalan, pasar, terminal, maupun kawasan perkantoran.
Sementara itu, pada Kamis, 27 Agustus 2026, berlangsung aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Massa aksi menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset serta pemberian hukuman berat terhadap koruptor.
Aksi tersebut dipelopori oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Reporter: Mastur Huda -Editor: Aas Arbi

