LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Perhubungan RI akan menutup Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 183 Rangkasbitung pada 4 September 2026. Penutupan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan meminimalisasi risiko kecelakaan antara kereta api dengan pengguna jalan.
JPL 183 berada di kawasan padat aktivitas masyarakat karena berdekatan dengan Stasiun dan Pasar Rangkasbitung.
Mobilitas kendaraan pribadi maupun angkutan umum cukup tinggi, sementara masih ditemukan pengguna jalan menerobos ketika pintu perlintasan kereta api tertutup.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Kabupaten Lebak, Rahmat, mengatakan bahwa penutupan jalur perlintasan langsung itu dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, sekaligus kenyamanan pengguna jalan.
“Ya, mulai 4 September, sudah mulai ditutup JPL 183. Penutupan ini, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Kita tidak ingin ada lagi kejadian karena mungkin masyarakat kurang disiplin ketika melintas di perlintasan kereta api,” kata Rahmat, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendukung rencana penutupan jalur perlintasan langsung itu bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pihak terkait.
“Rencana awal 31 Agustus dimulai penutupan. Tapi diundur ke tanggal 4 September. Mudah-mudahan tidak berubah,” ujarnya.
Setelah perlintasan ditutup, lanjut Rahmat, kendaraan yang sebelumnya melintasi jalur tersebut harus menggunakan jalur alternatif yang telah tersedia.
“Ada beberapa jalur alternatif, Jalan RT Hardiwinangun-Jalan Ki Maklum, Multatuli-RA Kartini- Juanda atau Jalan RT Hardiwinangun – Jalan Stasiun Selatan, Jalan Sunan Giri-Juanda,” ujarnya.
Sementara, pejalan kaki tetap dapat menggunakan jembatan penyeberangan orang yang sudah dibangun di area Stasiun Rangkasbitung Ultimate.
“Adapun penutupan nantinya dilakukan dengan pemasangan pagar pada sisi utara dan selatan perlintasan, mengikuti teknis yang disiapkan oleh pihak Kemenhub,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono












