LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Momen musim durian di Kabupaten Lebak dimanfaatkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak untuk menarik wisatawan datang ke daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
Pemkab Lebak jmenyiapkan Festival Murak Kadu yang akan digelar di kawasan Rangkasbitung.
Festival tersebut menjadi bagian dari promosi wisata sekaligus memperkenalkan durian lokal Lebak kepada wisatawan yang tidak sempat datang langsung ke sentra produksi durian.
“Ini juga bagian dari promosi kita untuk mendatangkan wisatawan. Untuk wajtunya masih disesuaikan” ujar Kepala Disbudpar Lebak M Yosep Holis, Minggu 30 Agustus 2026.
Ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas untuk kembali mematangkan persiapan penyelenggaraan Festival Murak Kadu.
“Harus dibuat semenarik mungkin sehingga membuat pengunjung berkesan dan mau kembaki datang pada even sama tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Yosep mengatakan, musim durian ini menjadi daya tarik wisatawan datang ke lebak khususnya Baduy salah satu sentra daerah penghasil durian. Wisatawan yang datang ke lebak mayoritas berasal dari Jabodetabek, terutama Tangerang dan Jakarta.
Wisatawan yang datang menggunakan KRL dan hanya memiliki waktu singkat tidak harus menuju Baduy atau Gunung Kencana untuk mencicipi durian lokal.
“Cukup ke jalan Ki Maklum atau dikenal Gang Kibun yang berada dekat Stasiun Rangkasbitung menjadi salah satu pilihan durian lokal. Harga cukup terjangkau disesuaikan dengan ukuran. Ada 100 ribu 3 buah afa juga yabg ukuran besar mencapai Rp100 ribu,” katanya.
Salah seorang durian di Gang Kibun Abas yang telah berjualan sejak tahun 2000. Setiap musim durian tiba, Abas membuka lapaknya setiap hari, bahkan hingga 24 jam.
“Ya, kalau lagi musim kita non stop buka siang malam, durian lokal dari Baduy yang dijual,” katanya.
Durian yang dijual Abas memiliki harga bervariasi, mulai dari Rp30.000 per buah. Pembeli juga bisa mendapatkan empat buah durian dengan harga Rp100.000.
Sementara itu, harga durian dengan ukuran atau kualitas tertentu bisa mencapai Rp100 ribi per buah.
“Pembeli durian Baduy tidak hanya berasal dari Rangkasbitung saja tapi Sejumlah pembeli pengguna KRL yang datang dari wilayah Jakarta dan Tangerang,” katanya.
Menurut dia, saat musim durian Baduy berlangsung, permintaan terhadap durian lokal cukup tinggi. Dalam sehari, bisa menjual sekitar 200 hingga 300 buah durian.
Editor: Bayu Mulyana

