SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Regenerasi petani menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Provinsi Banten. Mayoritas petani saat ini berada pada kelompok usia di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih rendah.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Saiful Bahri Maemun mengatakan, rata-rata usia petani di Banten saat ini berada di kisaran 45 hingga 50 tahun.
“Usia rata-rata petani di Banten sekarang 45-50 tahun,” kata Saiful, Selasa, 1 September 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena keberlangsungan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan generasi penerus.
Saiful mengatakan, Banten memiliki lahan produksi pangan dengan luas hampir mencapai 200 ribu hektare. Jika tidak diikuti regenerasi petani, keberadaan lahan tersebut dikhawatirkan tidak lagi diimbangi dengan ketersediaan tenaga pengelola.
“Ya khawatir lah. Walau katakanlah bukan 90 persen, anggap aja 60 dan 70 persen, ini kan khawatir. Kita siapa yang melanjutkan lahan produksi kita untuk kita bisa mendapatkan hasil untuk pangan kita,” ujarnya.
Menurut Saiful, rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian salah satunya dipengaruhi citra profesi petani yang masih dianggap kurang menarik.
Selama ini, pekerjaan sebagai petani kerap dipandang identik dengan pekerjaan kotor dan kurang menjanjikan masa depan. Padahal, perkembangan teknologi membuka peluang bagi sektor pertanian untuk dikelola secara lebih modern.
“Selama ini mereka menganggap petani itu kotor dan enggak ada marwahnya. Dengan penggunaan teknologi ini salah satu cara untuk menarik generasi milenial,” katanya.
Karena itu, Pemprov Banten mendorong lahirnya petani milenial melalui berbagai program, termasuk pengenalan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Tahun ini, Dinas Pertanian Banten juga memberangkatkan 25 petani milenial untuk mengikuti program magang di Jepang.
Selain itu, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi dalam budidaya tanaman serta pengembangan urban farming di wilayah perkotaan.
Reporter: Yusuf Permana – Editor: Aas Arbi

