SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Pemerintah pusat kembali memperkuat program pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 Tahun 2026 yang digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa, 1 September 2026.
Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Banten. Program ini diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan keterampilan pencari kerja sehingga lulusan pelatihan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program PVN merupakan salah satu program strategis pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus menekan tingkat pengangguran.
Ia menyebut program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden.
“Ini baru saja kami meluncurkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch ke-4. Ini merupakan program strategis pemerintah yang juga merupakan arahan Bapak Presiden,” kata Airlangga saat berada di BBPVP Serang.
Airlangga kemudian menyinggung perkembangan investasi dan tingkat pengangguran terbuka. Menurut dia, realisasi investasi yang ditargetkan pemerintah mencapai lebih dari Rp1.001 triliun dan tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran terbuka disebut turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen.
“Targetnya realisasi investasi tadi saya sampaikan lebih dari Rp1.001 triliun dan tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun lalu. Dan tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen,” ujarnya.
Airlangga menuturkan, pelatihan vokasi juga perlu diarahkan pada profesi yang mengalami pertumbuhan cepat, terutama di sektor digital. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut terus berkembang seiring perubahan struktur ekonomi dan dunia kerja.
“Dan tentunya profesi yang tumbuh cepat dari pelatihan vokasi antara lain di sektor digital, dari sisi kualifikasinya sebesar 45.000 pekerja per tahun,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi membuat kebutuhan peningkatan dan penyesuaian keterampilan tenaga kerja semakin penting. Pelatihan vokasi dinilai menjadi sarana untuk melakukan reskilling dan upskilling agar kemampuan tenaga kerja tidak tertinggal dari kebutuhan industri.
“Program vokasi ini penting untuk reskilling dan upskilling karena memang supply dan demand-nya berbeda karena adanya revolusi industri, mulai dari Industri 4.0, kemudian digitalisasi, sampai dengan yang terakhir terkait pengembangan artificial intelligence,” tandasnya.
Dengan penguatan pelatihan vokasi, pemerintah berharap tenaga kerja memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri sehingga dapat meningkatkan peluang bekerja dan membantu menekan angka pengangguran.
Reporter: Nurandi – Editor: Aas Arbi

