LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lebak Leuwidamar Cibungur menjalin kolaborasi dengan SMP Negeri 3 Leuwidamar melalui pemanfaatan hasil budidaya pakcoy hidroponik. Kerja sama ini menjadi salah satu upaya mendukung pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan baku dalam penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi tersebut dilakukan dengan penyerapan hasil panen pakcoy yang dibudidayakan pihak sekolah. Sebelum penyerapan dilakukan, pihak SPPG meninjau langsung proses budidaya sekaligus melihat kondisi dan hasil tanaman yang dikembangkan di lingkungan SMP Negeri 3 Leuwidamar.
Pakcoy tersebut dibudidayakan menggunakan metode hidroponik, yakni teknik bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media utama. Metode ini menjadi bagian dari kegiatan sekolah dalam mengenalkan pertanian modern kepada para siswa sekaligus mendorong pemanfaatan lahan untuk menghasilkan pangan.
Kepala SPPG Lebak Leuwidamar Cibungur, Iwan, mengatakan pihaknya menyambut baik hasil budidaya hidroponik yang dikembangkan oleh sekolah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pemanfaatan hasil pertanian lokal sekaligus mendukung ketersediaan bahan pangan bagi program MBG.
“Kami menyambut baik hasil budidaya hidroponik yang dikembangkan sekolah. Ini menjadi peluang untuk mendukung pemanfaatan hasil pertanian lokal sekaligus membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk program MBG,” ujar Iwan, Rabu 2 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Ahli Gizi SPPG Lebak Leuwidamar Cibungur, Leny Wedya Tama, turut meninjau langsung tanaman pakcoy hidroponik yang dikembangkan sekolah. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi, kualitas, dan kelayakan hasil budidaya sebagai salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan dalam penyediaan makanan bergizi.
Menurut Leny, peninjauan terhadap hasil budidaya menjadi bagian penting untuk memastikan bahan pangan yang akan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan penyediaan makanan bergizi. “Kualitasnya cukup baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Leuwidamar, Endang Kustiawan, menyambut baik kolaborasi dengan SPPG tersebut. Ia menilai kegiatan budidaya hidroponik tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pertanian modern.
“Budidaya hidroponik memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memahami bagaimana proses menghasilkan pangan dengan metode pertanian modern,” kata Endang.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut dinilai dapat menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya ketahanan pangan. Siswa dikenalkan pada proses budidaya tanaman sekaligus melihat bahwa hasil pertanian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Kolaborasi antara SPPG Lebak Leuwidamar Cibungur dan SMP Negeri 3 Leuwidamar diharapkan dapat terus dikembangkan. Penyerapan hasil panen sekolah tidak hanya memberikan manfaat bagi kegiatan budidaya, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah untuk turut berkontribusi dalam penyediaan pangan lokal bagi program MBG.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam pemanfaatan potensi pangan lokal. Dengan kolaborasi antara SPPG dan sekolah, hasil budidaya pangan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi pangan lokal tersebut menjadi bagian dari upaya bergerak bersama dalam mendukung penyediaan makanan bergizi sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan.
Editor: Mastur Huda

