• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Bahagia yang Disubsidi

Mashudi by Mashudi
Kamis, 3 September 2026 07:44
in Catatan Sekam
0
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

0
SHARES
101
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Selepas Subuh, telepon saya berdering. Dari seorang sahabat: Tabrani. Tidak terjawab. Sa­ya kembali tidur. Malam sebelumnya baru tiba di rumah pukul 02.30. 

Baru pulang mengajak te­man-teman general manager dan pemimpin re­dak­si ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Ketika bangun, ada pesan dari Kak Tab. Begitu saya biasa memanggil Tabrani. Banyak orang di Cilegon dan Serang mengenalnya sebagai notaris. Saya lebih sering mengenalnya sebagai teman ngopi. Ajakan ngopi. Sudah hampir dua bulan kami tidak bertemu. Dua bulan bagi kami termasuk lama. Bia­sanya, paling tidak sebulan sekali, salah satu mengirim pesan. “Ngopi…”. Jawabannya hampir selalu sama. “Yuk, gas.”

Kali ini pesannya lebih lengkap. “Kang Dir, jam satu nanti kita ngopi, ya. Bareng Pak Kapolda dan Wakapolda di Teras Bahagia.”

Jam 08.09, saya ditelepon Kak David. Sa­habat kami: David. Profesinya lawyer. Juga sama. Ajakan ngopi bareng di Te­r­as Bahagia. Teras Bahagia adalah pe­ru­mahan subsidi yang dikembangkan Kak Tab melalui PT Hamparan Keba­ha­giaan Sejati di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Se­rang. Letaknya tidak terlalu jauh dari kam­pus Untirta di Sindangsari.

Saya sudah lama mendengar nama itu. Sejak Kak Tab mencari lahan, men­da­patkannya, lalu mulai melakukan cut and fill, saya mengikuti ceritanya. Hanya melalui cerita. Baru kemarin saya datang langsung. Lokasinya bagus. Kon­tur lahannya dibentuk mengikuti ke­tinggian, hampir seperti terasering. Dari beberapa bagian perumahan, per­bukitan di sekitar Waduk Sindang­heula terlihat jelas. Di belakang kawasan masih terhampar pepohonan hijau. Angin­nya juga berbeda.

MENINJAU: Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki bersama Direktur Radar Banten Grup Mashudi meninjau Perumahan Teras Bahagia, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Rabu (2/9).

Saya datang bersama Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, Wakapolda Banten Brig­jen Pol. Iwan Saktiadi, dan sejumlah peja­bat utama Polda Banten. Ada Kabid Propam Kombes Pol. Murwoto, Dirbin­mas Kombes Pol. Imam Tarmudi, serta Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria.

Kami melihat rumah-rumah yang su­dah selesai dibangun. Tipe 30 di atas tanah 72 meter persegi. Dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan ruang terbuka di belakang. Bagian de­pannya masih cukup untuk mobil dan sepeda motor.

Jalan di dalam blok lebarnya sekitar delapan meter. Jalan utamanya 12 me­ter. Di dalam blok, dua mobil dapat ber­papasan tanpa salah satunya harus me­ngalah, berhenti, lalu memberi jalan.

Hal seperti itu mungkin biasa di pe­rumahan komersial. Di perumahan subsidi, belum tentu. “Bagus ini rumah­nya,” kata Kapolda.

Wakapolda mengiyakan. Yang dipuji bu­kan rumahnya saja. Lokasi, peman­dangan, dan udaranya juga.

Kapolda mengatakan banyak bintara muda yang masih membutuhkan rumah. Pe­rumahan seperti Teras Bahagia bisa men­jadi salah satu pilihan. Tentu kepu­tusan membeli tetap urusan masing-masing. Termasuk keputusan bank yang akan membiayai.

Menurut rencana yang diceritakan Kak Tab, kawasan seluas sekitar 11 hek­tare itu akan menampung kurang lebih 750 rumah. Masih ditambah fasilitas umum dan fasilitas sosial. Ada mas­jid, taman, dan jogging track.

Rumahnya tidak besar. Memang tidak perlu berpura-pura besar. Tetapi pena­taannya membuatnya tidak terasa se­bagai rumah yang dibuat sekadar untuk memenuhi batas paling murah.

Data resmi Sikumbang BP Tapera mencatat Teras Bahagia sebagai peru­mah­an subsidi dengan harga Rp166 juta. Luas bangunannya 30 meter persegi di atas tanah 72 meter persegi.

Luas tanah rumah subsidi memang boleh dimulai dari 60 meter persegi. Ka­rena itu, tambahan 12 meter di Teras Ba­hagia terasa lumayan. Apalagi bagi ke­luarga muda yang suatu hari ingin me­nambah dapur, membuat tempat jemuran, atau sekadar menanam cabai. Saya pun berminat membeli. Sayangnya, saya bukan sasaran rumah subsidi. Program itu diperuntukkan bagi masya­rakat berpenghasilan tertentu yang belum mempunyai rumah dan belum pernah menerima bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.

Jadi, bukan tidak bisa mencicil. Tidak boleh ikut antre. Sebagai sahabat, saya ikut senang. Kak Tab memulai pem­ba­ngunan rumah subsidi di Pandeg­lang. 

Kini ia masuk ke Kabupaten Serang dengan kawasan yang jauh lebih luas. Saya tahu membangun rumah subsidi bukan perkara mudah. Harga dibatasi. Mutu tetap dituntut. Tanah, bahan ba­ngunan, perizinan, dan ongkos kerja ti­dak mengenal kata subsidi. Di situlah pe­ngembang diuji. Mengurangi ke­untungan masih bisa. Mengurangi se­men, jangan.

Kemarin, selain melihat rumah, kami juga ngopi dan makan durian bersama Kapolda, Wakapolda, para pejabat utama Polda Banten, masyarakat sekitar, serta Kepala Desa Sindangheula, Suheli. Akhirnya saya bukan hanya ingin punya rumah di Teras Bahagia. Saya juga ingin diajak ngopi dan makan durian lagi.

Yang terakhir itu tidak perlu memenuhi syarat penghasilan. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

SPN Polda Banten Gandeng FKUB Tanamkan Toleransi dan Kebinekaan kepada Calon Bintara Polri

Next Post

Gunung Endut Lebak Punya Potensi Panas Bumi 38 MW, Ditandai Mata Air Panas hingga 90 Derajat Celsius

Next Post

Gunung Endut Lebak Punya Potensi Panas Bumi 38 MW, Ditandai Mata Air Panas hingga 90 Derajat Celsius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Perlintasan Sebidang JPL di Pasar Rangkasbitung Ditutup, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif

Perlintasan Sebidang JPL di Pasar Rangkasbitung Ditutup, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif

by Nurabidin
Jumat, 4 September 2026 13:52
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian resmi menutup permanen Perlintasan sebidang JPL 183 di kawasan Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada...

Banten Punya Potensi Geothermal, DPRD: Jangan Sampai Kecolongan

Banten Punya Potensi Geothermal, DPRD: Jangan Sampai Kecolongan

by Yusuf Permana
Jumat, 4 September 2026 13:43
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi panas bumi atau geothermal. Namun, potensi tersebut dinilai...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.