LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian resmi menutup permanen Perlintasan sebidang JPL 183 di kawasan Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Jumat dini hari 4 September 2026.
Alasan penutupan perlintasan tersebut dilakukan salah satunya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Selain itu jarak antar perlintasan sekitar Stasiun Rangkasbitung terlalu berdekatan.
Pemkab Lebak juga telah menyaipakan jalur alternatif untuk kendaraan roda dua dan empat.
“Di sekitar Stasiun Rangkasbitung ini ada tiga perlintasan yang hanya berjarak sekitar 300 hingga 500 meter satu sama lain. Karenanya, JPL 183 Rangkasbitung ini memang perlu dilakukan penutupan karena di sepanjang jalur Rangkasbitung ini, berdekatan dengan Stasiun Rangkasbitung, ada tiga perlintasan, JPL 181, 183, 184,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta Kementerian Perhubungan Ferdian Suryo Adhi Pramono saat penutupan JPL 183 di Rangkasbitung, Jumat 4 September 2026 dini hari.
Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan, ungkap dia jarak antarpelintasan sebidang setidaknya 800 meter. Sehingga, dengan ditutupnya JPL 183, maka jarak antarpelintasan yang tersisa dapat memenuhi ketentuan tersebut.
“Penutupan JPL 183 dilakukan setelah kami membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) sebagai akses bagi masyarakat. JPO dibangun satu area dengan Stasiun Rangkasbitung,” katanya.
Ia mengatakan, JPO tersebut, dapat digunakan untuk pejalan kaki maupun pedagang. Bahkan, warga yang membawa gerobak atau barang dagangan dengan cara dipanggul juga dapat melintas melalui JPO tersebut. JPO tersebut juga dilengkapi lift untuk memudahkan masyarakat mengakses jembatan.
“JPO beroperasi selama 24 jam dan dapat digunakan masyarakat secara gratis,” katanya.
Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintasi JPL 183 yang telah ditutup. Pengendara akan diarahkan menggunakan akses jalan alternatif.
Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak Rahmat mengatakan, setelah perlintasan ditutup, kendaraan yang sebelumnya melintas di jalur tersebut menggunakan jalur alternatif yang telah tersedia.
“Ada beberapa jalur alternatif jl Rt Hardiwinangun – Jl Ki Maklum, Multatuli-RA Kartini- Juanda atau Jl Rt Hardiwinangun – Jl Stasiun Selatan, Jl Sunan Giri-Juanda,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











