SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan destinasi wisata yang mulai dikenal masyarakat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menilai perhatian terhadap destinasi wisata tidak boleh hanya diberikan ketika suatu lokasi ramai diperbincangkan atau viral di masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan pengelolaan secara berkelanjutan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas pendukung, promosi hingga pendampingan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata.
Muji bahkan mendorong Pemkot Serang membentuk satuan tugas (satgas) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengawal pengembangan destinasi wisata secara terpadu.
“Paling tidak mereka dinas terkait itu kalau bisa dibentuklah satgas dari lintas daripada OPD. Jangan sampai disiapkan setelah itu ditinggalkan,” ujar Muji, Rabu, 2 September 2026.
Ia mengatakan, keberadaan satgas diperlukan agar pengembangan destinasi wisata tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap OPD dapat mengambil peran sesuai dengan kebutuhan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang.
Muji mencontohkan kawasan wisata Gunung Gedor yang mulai menarik perhatian wisatawan. Selain aktivitas pendakian, kawasan tersebut juga mulai dimanfaatkan sebagai lokasi camping ground.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti pemerintah dengan mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur. Dengan begitu, potensi wisata yang mulai tumbuh dapat dikembangkan secara lebih optimal.
“Artinya memang dinas terkait itu harus segera mengkoordinasikan apa infrastruktur yang memang harus dipenuhi itu harus segera koordinasi paling tidak dengan PU dan perkim. Itu juga kan membantu meningkatkan PAD-nya,” ucap Muji.
Selain pembangunan infrastruktur, DPRD Kota Serang menilai penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan destinasi wisata.
Salah satunya dilakukan melalui pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang terlibat langsung dalam pengelolaan destinasi.
“Perlu. Pembinaan Pokdarwis itu perlu,” tegasnya.
Muji menilai Pokdarwis memiliki peran strategis karena berada langsung di lingkungan destinasi. Kelompok tersebut dapat membantu pemerintah dalam menjaga aktivitas sekaligus mengembangkan pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga penting agar keberadaan destinasi wisata memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Muji menambahkan, promosi juga perlu terus dilakukan melalui berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan di Kota Serang.
Salah satu potensi yang didorong untuk diperkenalkan lebih luas adalah wisata Gunung Gedor dan kegiatan paralayang. Promosi melalui berbagai kegiatan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Kota Serang kepada masyarakat.
“Akan dicoba nanti dalam kegiatan event-event yang memang dilakukan di Kota Serang, salah satunya mensosialisasikan Kota Serang, khususnya kegiatan daripada paralayang,” jelas Muji.
Menurut Muji, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan momentum viral. Pemerintah perlu memastikan infrastruktur, pengelolaan, promosi dan keterlibatan masyarakat berjalan secara berkesinambungan agar potensi wisata dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Editor: Mastur Huda












