• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang

Dinkes Kabupaten Serang Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik, Minta Masyarakat Gunakan Masker Saat di Luar Ruang

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 6 September 2026 16:06
in Kabupaten Serang
0
Abu vulkanik

Dinkes Kabupaten Serang keluarkan imbauan bahaya abu vulkanik

0
SHARES
89
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengingatkan mengenai bahaya abu vulkanik dari letusan gunung apabila terhirup oleh tubuh manusia. Ukurannya yang sangat kecil bisa terhirup dan masuk ke dalam paru-paru.

Maka dari itu, masyarakat diminta untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Hal ini disampaikan menyusul hujan abu vulkanik di beberapa wilayah di Provinsi Banten pasca letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Jumat 4 September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti, mengatakan abu vulkanik sangat berbahaya apabila terhirup oleh manusia.

Pasalnya, abu vulkanik miliki partikel yang sangat halus dan tajam. Bahkan, terkadang mengandung gas sehingga berbahaya apabila terhirup.

“Abu vulkanik ukurannya dibawah 10 mikron, jadi bisa masuk sampai ke paru sehingga dapat memicu berbagai permasalahan seperti Iritasi Saluran Nafas Atas yang memicu tenggorokan gatal, batuk, suara serak, radang tenggorokan,” katanya kepada Radar Banten, Minggu 6 September 2026.

Selain itu, abu vulkanik yang terhirup juga dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala yang timbul biasanya pilek, batuk berdahak, demam dan sesak nafas.

“Bahkan apabila terpapar terus dan daya tahan turun. Partikel tajam melukai paru sehingga mengakibatkan penumonia. Lalu bisa juga memicu asma kambuh pada penderita. Untuk jangka panjangnya, bisa menyebabkan silicosis,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa kelompok yang rentan terdampak oleh paparan abu vulkanik, mulai dari anak, lansia, ibu hamil, penderita asma hingga perokok berat.

Selain berdampak pada saluran pencernaan, abu vulkanik juga dapat menimbulkan masalah pada pencernaan. Biasanya abu vulkanik masuk ke saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

“Apabila tidak sengaja termakan, bisa menyebabkan iritasi saluran pencernaan dan menyebabkan mual, muntah, perut sakit hingga diare, gangguan saluran pencernaan hingga berpotensi keracunan logam berat karena abu bisa mengandung fluorida, arsen, timah,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak negatif paparan abu vulkanik bagi kesehatan, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Sehingga partikel abu yang berterbangan di udara bisa tersaring. Lalu gunakan pakaian lengan panjang dan kaca mata.

“Jangan lupa menutup pintu dan jendela saat berada di dalam ruangan. Lalu saat sudah berada di dalam rumah jangan lupa berkumur dan mencuci mukaenggunakan air bersih. Lalu yang paling penting banyak minum air putih untuk mengeluarkan partikel yang masuk,” tegasnya.

Lalu, saat membersihkan abu yang menempel di lantai, masyarakat diminta untuk menggunakan sapu yang basah. “Jangan sapu kering agar abu tidak beterbangan,” pungkasnya.

Tags: Abu vulkanikDinkes Kabupaten SerangGunung Anak Krakataukabupaten serangPemkab Serang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

WNA Sri Lanka Bawa 101 Burung dalam Koper, Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta

Next Post

Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan Lion Group Dibatalkan

Next Post
Lien Air

Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan Lion Group Dibatalkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Hujan Abu Vulkanik GAK, PMI Banten Distribusikan Ratusan Ribu Masker 

Hujan Abu Vulkanik GAK, PMI Banten Distribusikan Ratusan Ribu Masker 

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 7 September 2026 18:01
0

PMI Provinsi Banten saat membagikan masker kepada pengendara sepeda motor.

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Robinsar Instruksikan Dinkes Siaga Layani Warga

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Robinsar Instruksikan Dinkes Siaga Layani Warga

by Adam Fadillah
Senin, 7 September 2026 17:52
0

Wali Kota Cilegon, Robinsar.

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.