KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengarahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) untuk memperkuat pelayanan publik dan menangani sejumlah persoalan prioritas masyarakat.
Dalam pembahasan bersama DPRD Kota Tangsel, total target pendapatan daerah dalam Perubahan APBD disebut mencapai sekitar Rp4,768 triliun. Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp3,316 triliun.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, penyusunan anggaran perubahan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas, dilaksanakan secara terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Benyamin, Kamis 10 September 2026.
Di sektor pendidikan, anggaran diarahkan untuk memenuhi standar pelayanan minimal sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Pemkot Tangsel juga memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta penguatan kualitas tenaga pendidik.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah memfokuskan anggaran pada jaminan kesehatan masyarakat, ketersediaan obat-obatan, serta peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan gratis melalui program Ngider Sehat Plus.
Selain pendidikan dan kesehatan, persoalan banjir juga menjadi perhatian dalam perubahan anggaran. Pemkot Tangsel menyiapkan berbagai langkah mulai dari evaluasi sistem drainase, perbaikan saluran, pembangunan infrastruktur pengendali air hingga pemeliharaan jalan dan drainase.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan saluran hingga penguatan infrastruktur pengendali air dan koordinasi antarinstansi,” kata Benyamin.
Hingga 2026, pembangunan saluran drainase kota telah dilakukan di 85 titik dengan total panjang mencapai 22.873 meter.

