TANGSEL — Sebanyak 693 lulusan Universitas Terbuka (UT) Serang mengikuti Wisuda Program Periode 2 Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan, Minggu 13 September 2026.
Jumlah tersebut menjadi catatan tersendiri bagi UT Serang. Direktur UT Serang Ajat Sudrajat menyebut, wisuda kali ini merupakan jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan wisuda UT Serang.
“Ini adalah lulusan terbanyak dalam sejarah UT. Biasanya 400-500-an orang, hari ini 693 orang,” ujar Ajat Sudrajat dalam sambutannya.
Wisuda yang dimulai sekitar pukul 07.45 WIB tersebut diikuti lulusan dari jenjang doktor, magister, sarjana, dan diploma.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda perjalanan akademik para mahasiswa yang selama menempuh pendidikan harus membagi waktu antara studi, pekerjaan, keluarga maupun aktivitas lainnya.
Ajat mengatakan, selain jumlah lulusan yang meningkat signifikan, hal lain yang menggembirakan adalah banyaknya lulusan yang masih berusia relatif muda.
“Yang menggembirakan saat ini banyak mahasiswanya masih muda-muda,” katanya.
Rangkaian prosesi wisuda diawali dengan penayangan video mengenai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan bagi para peserta dan pengunjung apabila terjadi kondisi darurat.
Setelah itu, suasana acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Lenggang Cisadane yang dibawakan siswa-siswi SMK Dharma Karya. Penampilan seni tersebut menjadi bagian pembuka sebelum memasuki rangkaian utama wisuda.
Acara kemudian dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh dan Alumni Universitas Terbuka, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.
Salah satu momen penting dalam rangkaian wisuda adalah penyerahan penghargaan kepada lulusan terbaik.
Penghargaan diberikan kepada Fitri Indriani, lulusan Program Magister Pendidikan Dasar, yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK 4,00.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Prof. Dr. Paken Pandiangan bersama Direktur UT Serang Ajat Sudrajat.
Capaian Fitri menjadi salah satu bagian dari keberhasilan akademik yang ditampilkan dalam wisuda tersebut. Selain sebagai penghargaan atas prestasi akademik, pemberian penghargaan juga menjadi bagian dari apresiasi UT Serang terhadap kerja keras mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Wisuda UT Serang kali ini juga dihadiri sejumlah mitra dan pemangku kepentingan. Di antaranya perwakilan pemerintah daerah di Provinsi Banten, Nana Supiana, Radar Banten, BNN Kota Tangerang Selatan, serta UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Kehadiran para mitra tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banten.
Dalam sambutannya, Prof. Paken Pandiangan mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.
Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater setelah kembali ke lingkungan kerja dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam konteks tema wisuda, yakni “Mewujudkan Lulusan UT yang Cerdas, Mandiri dan Berdaya Saing di Era Society 5.0 untuk Indonesia Maju.”
Menurut Paken, kata “cerdas” tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), lulusan dituntut mampu menempatkan teknologi sebagai mitra strategis.
AI, kata dia, tidak semata-mata dipandang sebagai teknologi yang menggantikan manusia, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari perkembangan peradaban.
Sementara itu, sikap mandiri dinilai menjadi salah satu karakter yang melekat dalam proses pendidikan di UT.
Sistem pendidikan jarak jauh menuntut mahasiswa memiliki kemampuan mengatur waktu, mengelola proses belajar dan bertanggung jawab terhadap penyelesaian studinya.
“Mandiri adalah DNA yang melekat pada mahasiswa UT,” ujar Paken.
Menurut dia, karakter perjuangan tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan mahasiswa UT dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.
Namun, setelah menyelesaikan pendidikan, tantangan yang dihadapi para lulusan tidak otomatis berakhir. Persaingan dunia kerja dan profesional justru semakin ketat.
Karena itu, lulusan UT diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kemampuan untuk masuk ke kancah global serta beradaptasi dengan berbagai disrupsi yang terjadi.
Paken juga memberikan sejumlah pesan kepada para wisudawan.Pertama, ia meminta lulusan tetap menjadi pembelajar yang baik. Kedua, menjunjung tinggi kejujuran dan kreativitas.
Ketiga, memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Keempat, menjaga nama baik Universitas Terbuka.
“Selamat berjuang, selamat mengabdi,” kata Paken. (*)
Editor: Bayu Mulyana












