SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Vitamin D kerap disebut sebagai salah satu vitamin penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak sedikit orang kemudian memilih mengonsumsi suplemen vitamin D setiap hari, terutama mereka yang jarang terkena sinar matahari atau khawatir mengalami kekurangan vitamin.
Namun, apakah mengonsumsi vitamin D setiap hari benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh?
Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium. Proses tersebut dibutuhkan untuk menjaga tulang dan gigi tetap kuat. Vitamin D juga berperan dalam fungsi otot, sistem saraf, serta sistem kekebalan tubuh.
Bagi orang dewasa usia 19 hingga 70 tahun, kebutuhan vitamin D yang direkomendasikan adalah sekitar 15 mikrogram atau 600 IU per hari. Sementara orang berusia 71 tahun ke atas membutuhkan sekitar 20 mikrogram atau 800 IU per hari.
Bisa membantu menjaga tulang
Salah satu manfaat utama vitamin D adalah membantu tubuh menyerap kalsium. Bersama kalsium, vitamin D berperan dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.
Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan tulang. Karena itu, asupan vitamin D yang cukup menjadi salah satu bagian penting dari pola hidup untuk menjaga tulang tetap sehat.
Berperan dalam daya tahan tubuh
Vitamin D juga dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D rendah mungkin lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan.
Meski begitu, bukan berarti mengonsumsi vitamin D dosis tinggi otomatis membuat seseorang kebal dari penyakit. Bukti mengenai manfaat suplemen vitamin D untuk mencegah infeksi pernapasan juga masih beragam.
Tidak selalu harus berasal dari suplemen
Tubuh dapat membentuk vitamin D ketika kulit terkena paparan sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dari makanan tertentu, seperti ikan berlemak, kuning telur, hati, keju, serta sejumlah makanan dan minuman yang diperkaya vitamin D.
Karena itu, mengonsumsi suplemen setiap hari tidak otomatis diperlukan oleh semua orang. Kebutuhan seseorang dapat berbeda tergantung pola makan, paparan matahari, usia, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.
Jangan berlebihan
Hal penting yang sering dilupakan adalah vitamin D juga bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak.
Untuk orang dewasa, batas atas asupan vitamin D adalah 4.000 IU per hari dari seluruh sumber, kecuali jika seseorang sedang menjalani pengobatan atau mendapat rekomendasi khusus dari dokter.
Konsumsi vitamin D dalam jumlah berlebihan, terutama dari suplemen, dapat menyebabkan mual, muntah, kelemahan otot, kebingungan, kehilangan nafsu makan, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil hingga batu ginjal. Pada kondisi yang sangat berat, keracunan vitamin D dapat menyebabkan gangguan ginjal dan gangguan irama jantung.
Karena itu, prinsipnya bukan semakin banyak vitamin D semakin sehat. Tubuh membutuhkan vitamin D dalam jumlah yang cukup, bukan berlebihan.
Bagi seseorang yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama dalam dosis tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah dosis tersebut memang diperlukan. Hal ini juga penting karena vitamin D dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, termasuk beberapa obat penurun berat badan, obat kolesterol, steroid, dan obat diuretik jenis tertentu.
Pada akhirnya, vitamin D memang memiliki peran penting bagi tubuh. Namun, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis vitamin. Pola makan bergizi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat tetap menjadi bagian penting untuk menjaga tubuh tetap bugar.
Editor: Bayu Mulyana

