KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 4.498 kasus di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Angka tersebut merupakan akumulasi seluruh laporan ISPA yang masuk melalui sistem pencatatan elektronik fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan kasus ISPA mengalami peningkatan hingga mencapai puncak pada pekan lalu.
Namun, setelah erupsi yang terjadi pada Minggu, jumlah kasus mulai menunjukkan tren pelandaian.
“Kasus ISPA memang sempat mengalami kenaikan secara terus-menerus hingga mencapai 4.498 kasus. Setelah puncak erupsi pada Minggu lalu, mulai terjadi pelandaian hingga berada di kisaran 3.400 kasus,” ujar Ati saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), BSD City, Kota Tangsel, Senin 14 September 2026.
Meski mengalami penurunan, Ati menegaskan kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa kasus ISPA telah kembali normal. Jumlah penderita masih tergolong tinggi sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai dampak kualitas udara, khususnya di wilayah yang terdampak erupsi.
Menurutnya, angka 4.498 kasus tersebut mencakup seluruh laporan ISPA yang tercatat dalam sistem elektronik Dinkes Banten. Data itu dihimpun dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.
“Data yang masuk merupakan seluruh laporan ISPA dari puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang tercatat melalui sistem rekam medis elektronik. Laporan tersebut diperbarui setiap hari,” jelasnya.
Editor Daru












