• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Keamanan Jangan Berhenti di Dapur

Mashudi by Mashudi
Senin, 14 September 2026 07:44
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Saya pikir hiruk-pikuk soal Makan Bergizi Gratis akan mereda setelah pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional. Ternyata belum. Persoalan lama masih berulang.

Ini membuat saya kembali menulis tentang MBG. Ini tulisan ketiga.

RelatedPosts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ujian Kemanusiaan

Kamis, 1 Oktober 2026 07:26
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Musim yang Tak Lagi Berakhiran “Ber”

Senin, 28 September 2026 07:14

Tulisan pertama mengenai tata kelola, “Niat Besar yang Harus Dijaga”. Tulisan kedua tentang penerima manfaat, “Dapur yang Paling Membutuhkan”. Sekarang soal keamanan makanan.

Sejak banyak santri dan murid sekolah dasar mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG, saya gelisah. Peristiwa itu terus mengusik pikiran.

Saya tertantang untuk ikut mencari jalan keluar. Setidaknya menyumbangkan satu gagasan kecil. Siapa tahu ada yang mau mendengar. Lalu mengujinya.

Selama ini pemerintah dan BGN terlihat sangat fokus membenahi dapur. Rantai pasok bahan baku diperiksa. Kebersihan peralatan dan tempat produksi diperketat. Pengelolaan limbah diatur. Standar pengolahan dan distribusi diperbaiki.

Itu sangat penting. 

Namun, perjalanan makanan tidak berhenti di dapur. Ada jarak yang harus ditempuh menuju sekolah. Ada perubahan suhu. Ada kemungkinan pengiriman terlambat, wadah tidak tertutup sempurna, atau makanan terlalu lama menunggu sebelum disantap.

Dapurnya boleh bersih. Makanannya mungkin juga dimasak dengan benar. Namun, risiko masih dapat muncul di tengah perjalanan. Bahkan ketika ompreng sudah tiba di depan anak-anak.

Lalu, siapa yang menjadi penjaga terakhir? Guru diminta mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada murid. Tujuannya tentu baik. Namun, lidah manusia hanya dapat mengenali rasa, aroma, atau tekstur yang terasa janggal.

Tidak semua bahaya dapat dikenali dengan satu atau dua suapan. Makanan yang terlihat baik dan terasa normal belum tentu se­penuhnya aman. Guru adalah pendidik. Bukan petugas penguji makanan. Jangan sampai tanggung jawab keamanan pangan yang begitu besar diletakkan di pundak mereka hanya dengan mengan­dalkan lidah.

Kegelisahan itu membuat saya menghu­bungi seorang teman yang selama ini ber­kon­sentrasi pada pengembangan kecerdasan buatan. Namanya Pak Windu.

Pak Windu kemudian menghubungi Pak Zico yang menekuni bidang serupa. Ia bergabung melalui panggilan video.

Keduanya memiliki kompetensi dan sertifikasi internasional dalam bidang teknologi yang mereka tekuni.

Satu orang lagi tentu harus ada. Pro­gram­mer. Saya mengundang Mas Amin.

Kami bertemu di tempat ngopi. Diskusinya santai. Sesekali bercanda. Namun, yang kami bicarakan serius: mungkinkah sekolah memiliki alat sederhana untuk memeriksa makanan sebelum dibagikan kepada murid?

Pak Windu mengatakan, alat seperti itu memungkinkan untuk dibuat. Namun, tidak semuanya mudah. Bagian tersulit ada­lah mendeteksi senyawa berbahaya ter­tentu. Itu sudah menjadi urusan la­boratorium.

Diskusi kami tidak selesai di meja kopi. Percakapan berlanjut melalui WhatsApp hingga Sabtu lalu.

Dari sana muncul sebuah bayangan sederhana. Sebelum ompreng dibuka dan dibagikan, beberapa sampel makanan lebih dahulu menjalani pemeriksaan singkat.

Alat itu tidak perlu terlihat rumit. Di dalam­nya bisa dipasang kamera dan sejumlah sensor untuk membaca suhu, warna, gas, serta tanda-tanda lain yang ti­dak mampu dikenali oleh mata atau li­dah guru.

Kecerdasan buatan membantu membaca hasilnya. Bukan untuk memutuskan segala­nya, melainkan memberi peringatan. Ma­kanan dapat dibagikan, perlu ditahan, atau harus diperiksa lebih lanjut. Tentu alat itu bukan pengganti laboratorium. Ia juga tidak dapat menjamin seluruh makanan pasti aman. 

Fungsinya hanya sebagai penyaring awal. Semacam alarm sebelum makanan masuk ke tubuh anak-anak. Jika ditemukan kejanggalan, makanan tidak perlu langsung dibagikan. Sekolah dapat menahannya, menghubungi dapur, mencatat nomor produksi, lalu meminta pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, keputusan tidak hanya bergantung pada lidah guru atau penampilan makanan.

MBG adalah program besar dengan tu­juan mulia. Karena penerimanya puluhan juta anak, pengamanannya juga harus berlapis. Dapur harus aman. Perjalanan makanan harus terkendali. Sekolah pun perlu memiliki pertahanan terakhir.

Teknologi memang tidak mampu menye­lesaikan seluruh persoalan. Namun, jika satu alat sederhana dapat mencegah satu ompreng bermasalah dibagikan, berarti ada anak yang terlindungi.

Gagasan ini mungkin masih kecil. Masih perlu diuji. Masih harus disempurnakan.

Namun, dalam urusan makanan anak-anak, kita tidak boleh menunggu gagasan menjadi sempurna untuk mulai memi­kirkannya. Apalagi menunggu ada korban berikutnya. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

56 Kafilah Banten Berlaga di MTQ Nasional XXXI 2026

Next Post

Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang

Next Post
Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang

Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jadwal Super League hari ini

Super League Akan Mulai Sore Ini, Empat Laga Tersaji: Persita Vs Garudayaksa FC Berlaga di BIS

by Nurandi
Sabtu, 10 Oktober 2026 09:03
0

RADARBANTEN.CO.ID- Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League 2026 kembali menyajikan pertandingan menarik pada Sabtu, 10 Oktober 2026....

UMKM Banten

Pemprov Banten Dorong UMKM Naik Kelas, Kunci Utamanya Kualitas dan Kolaborasi

by Yusuf Permana
Sabtu, 10 Oktober 2026 08:59
0

TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing melalui...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.