CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar menemui massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon yang bertahan di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Rabu 16 September 2026 pagi.
Pertemuan tersebut dilakukan setelah massa HMI menggelar aksi sejak Selasa 15 September 2026 dan bermalam di depan kantor wali kota.
Mahasiswa sebelumnya mendesak kepala daerah untuk menemui mereka dan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Robinsar mengatakan, pihaknya menyambut baik aksi yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, kritik dan aspirasi dari mahasiswa merupakan bagian dari upaya mengingatkan pemerintah agar kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada masyarakat.
“Aksinya dari kemarin sampai pagi ini kami sangat sambut baik. Kami sangat senang, serius, tidak ada tendensi apa pun, karena kami merasa ketika ada suatu hal yang bersuara berarti itu dalam rangka kebaikan, mengingatkan agar langkah kami untuk kebutuhan masyarakat ,” kata Robinsar.
Terkait sorotan mahasiswa terhadap besarnya belanja pegawai dalam APBD Kota Cilegon, Robinsar mengatakan besarnya persentase tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi APBD.
Ia menjelaskan, besarnya porsi belanja pegawai juga berkaitan dengan kondisi total APBD Kota Cilegon yang semakin kecil.
“Belanja pegawai besar itu kan semuanya faktor terhadap APBD. Dengan total hari ini semakin kecil, belanja sebenarnya berhubung TKD-nya dipotong kemarin, jadi pengalinya makin kecil, jadi kelihatannya posturnya besar,” jelasnya.
Robinsar mengatakan, pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) membuat kemampuan fiskal daerah ikut mengalami penyesuaian.
Karena itu, pemerintah harus melihat struktur APBD secara rasional sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Intinya kita harus bicara rasional dengan TKD yang dipotong, berkurang otomatis kita harus menyesuaikan juga,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi bagian dari pola kebijakan yang harus disusun pemerintah bersama jajaran terkait. “Itu yang jadi pola, langkah kita dan tim perlu ada yang disesuaikan,” pungkas Robinsar.
Editor: Abdul Rozak












