• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Ketika Kursi Berganti

Mashudi by Mashudi
Kamis, 17 September 2026 07:21
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Purbaya masih berbicara di depan anggota DPD RI ketika kursinya di Istana sedang disiapkan untuk orang lain. Masyarakat kaget. Purbaya tentu lebih kaget lagi.

Kehebohan seperti ini sebenarnya bukan yang pertama. Ke­tika baru diangkat menjadi Menteri Keuangan, Pur­­baya juga langsung membuat ramai. Baru beberapa kali menjawab pertanyaan wartawan, namanya sudah ada di mana-mana.

RelatedPosts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ujian Kemanusiaan

Kamis, 1 Oktober 2026 07:26
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Musim yang Tak Lagi Berakhiran “Ber”

Senin, 28 September 2026 07:14

Ia memang berbeda. Purbaya berbicara terus terang. Spon­tan. Kadang seperti tidak sempat memeriksa rem. Jawabannya pendek, mudah dikutip, dan sering menghasilkan judul menarik. Wartawan menyukainya. Warganet pun mendapat banyak bahan untuk dibicarakan.

Gaya itu sangat berbeda dengan Sri Mulyani. Kalau Sri Mulyani berbicara se­perti sedang menjaga setiap angka agar tidak jatuh dari APBN, Purbaya se­perti orang yang percaya semua per­soalan dapat diselesaikan asal berani me­nekan tombol yang tepat. Yang satu sangat berhati-hati. Yang satu lagi sangat percaya diri.

Karena itu, ketika Purbaya mendadak di­ganti, komentar pun berdatangan. Ada yang menyebutnya sebagai langkah perbaikan. Ada yang menganggapnya se­kadar penyegaran kabinet. Ada pula yang menilai masa jabatannya tidak se­penuhnya gagal karena sejumlah ke­bijakannya dianggap ikut meng­ge­rakkan pertumbuhan.

Sebagian pengamat menyoroti koor­dinasi di internal Kementerian Keuangan. Ada pula yang mengaitkannya dengan hubungan antarkementerian, kebijakan restitusi pajak, sampai urusan dividen Danantara.

Pasar punya pandangan sendiri. Per­gantian ini dianggap dapat menghadirkan ke­bijakan yang lebih disiplin dan mudah ditebak. Namun, ada juga yang memper­ta­nyakan prosesnya.

Semua penilaian itu masih bisa diper­debatkan. Kita juga belum memperoleh pen­jelasan lengkap dari Istana.

Namun, peristiwa ini mengingatkan saya pada guyonan para senior. Entah siapa yang pertama kali mengucapkannya.

Selain orang tua dan guru, katanya, ada tiga orang yang tidak boleh dilawan. Per­tama, atasan. Kedua, orang kaya. Ke­tiga, orang gila.

Dulu saya menganggap guyonan itu se­kadar bahan tertawa di meja kopi. Makin lama bekerja, saya baru mengerti bahwa sebagian guyonan memang lahir dari pengalaman yang tidak lucu.

Tentu bukan berarti kita harus selalu tunduk. Bukan pula ajakan membenarkan orang hanya karena jabatan atau ke­ka­yaan­nya.

Saya lebih suka memaknainya sebagai pelajaran agar kita tahu posisi. Tahu siapa kita. Tahu siapa yang sedang di­ha­dapi. Juga tahu di ruang mana kita se­dang berbicara. Sebab merasa benar saja ternyata tidak cukup. 

Kebenaran juga perlu cara. Perlu waktu. Perlu tempat. Kalimat yang benar bisa ter­dengar salah jika disampaikan dengan cara yang keliru. Sebaliknya, kalimat biasa dapat terasa penting jika disam­pai­kan pada saat yang tepat.

Mungkin di situlah salah satu persoalan Pur­baya. Ia sangat pandai membaca angka, tetapi belum tentu selalu tepat mem­baca ruangan.

Ia berani menyampaikan apa yang di­pikirkan. Itu baik. Pemerintah memang mem­butuhkan orang yang berani berkata terus terang. Tetapi di dalam pemerin­ta­han, keberanian harus berjalan bersama koordinasi.

Menteri bukan pemain tunggal. Ia ber­­main dalam sebuah tim. Sebagus apa pun permainannya, pelatih tetap bisa menariknya keluar lapangan.

Meski begitu, jangan sampai pelajaran dari pergantian ini justru membuat se­mua bawahan memilih diam. Peme­rin­tahan juga bisa sakit jika semua orang hanya pandai membaca wajah atasan.

Kalau semua laporan dibuat untuk me­nyenangkan telinga, keadaan bisa terlihat baik-baik saja. Padahal, masalah di bawah meja mungkin sudah saling berdesakan.

Kini kursi Menteri Keuangan ditempati Suahasil Nazara. Setelah membaca latar be­lakang dan perjalanan kariernya, saya seperti melihat bayangan Sri Mulyani kembali memasuki ruangan.

Suahasil seorang ekonom dan akade­misi. Ia pernah memimpin Badan Kebi­jakan Fiskal, kemudian menjadi Wakil Men­teri Keuangan sejak 2019. Ia lama be­kerja bersama Sri Mulyani dan tumbuh dalam lingkungan kebijakan yang me­nem­patkan kesehatan APBN, batas de­fisit, pengendalian utang, serta keper­cayaan pasar sebagai pegangan.

Cara bicaranya juga mirip. Tenang, for­mal, terukur, dan sangat berhati-hati.

Suahasil mungkin tidak akan meng­hasil­kan banyak potongan video yang meng­hibur. Ia juga mungkin tidak akan memberi wartawan terlalu banyak judul yang menggoda. Tetapi pasar biasanya le­bih menyukai kalimat membosankan yang pasti daripada pernyataan menarik yang membuat orang menebak-nebak.

Pergantian ini akhirnya bukan sekadar per­gantian orang. Ini seperti perpindahan dari gaya agresif menuju gaya teknokratis. Dari suara keras menuju kalimat yang ditimbang berkali-kali.

Purbaya senang menginjak pedal gas. Sua­hasil tampaknya akan lebih sering me­meriksa rem, tekanan ban, dan kaca spion sebelum mobil dijalankan.

Kita tentu berharap ia tidak hanya men­jadi Sri Mulyani dalam bentuk lain. Sua­hasil perlu mengambil kehati-hatian Sri Mulyani, memelihara keberanian Pur­baya, lalu meninggalkan kelemahan keduanya. Sebab negara ini tidak hanya me­merlu­kan orang yang pintar meng­hitung uang. Ne­gara juga membutuhkan orang yang berani mengatakan keadaan sebe­narnya, pandai membaca suasana, dan tahu ka­pan harus berbicara. Ter­utama ketika sedang berada di hadapan atasan.*

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemkab Serang Bakal Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Bojonegara-Puloampel

Next Post

Pemkot Serang Alokasikan 33,95 Persen Anggaran Infrastruktur dalam Rancangan APBD 2027

Next Post
Pemkot Serang Alokasikan 33,95 Persen Anggaran Infrastruktur dalam Rancangan APBD 2027

Pemkot Serang Alokasikan 33,95 Persen Anggaran Infrastruktur dalam Rancangan APBD 2027

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

geoparak nasional bayah dome

Sekda Lebak Audiensi dengan Badan Pengelola Geopark Bayah Dome, Bahas Persiapan 2027

by Nurabidin
Sabtu, 10 Oktober 2026 08:22
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Badan Pengelola Geopark Bayah Dome menyambangi ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak Halson Nainggolan, Jumat 9 Oktober...

investasi Banten 2026

Banten Masuk Lima Besar Investasi Nasional, Andra Soni Janjikan Kemudahan Perizinan

by Yusuf Permana
Sabtu, 10 Oktober 2026 08:17
0

TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten terus memperkuat iklim investasi untuk menarik penanaman modal sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat. Pemerintah...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.