SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Antusiasme aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Serang mengikuti Lomba Inovasi Daerah 2026 meningkat. Hingga saat ini, sebanyak 77 gagasan inovasi telah masuk dalam sistem penilaian.
Jumlah tersebut melampaui capaian tahun sebelumnya yang menjadi baseline sebanyak 60 inovasi.
Bertambahnya gagasan tersebut menjadi salah satu modal Pemkot Serang untuk meningkatkan capaian dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah tingkat nasional.
Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang tersebut diikuti perangkat daerah hingga unit pelayanan masyarakat.
Rangkaian lomba telah dimulai sejak 14 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Oktober 2026.
Kepala Bapperida Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, seluruh gagasan yang masuk akan menjalani proses penjurian tingkat daerah. Tahapan tersebut ditargetkan selesai pada 20 Oktober 2026.
Setelah proses penjurian, hasil penilaian akan dilaporkan secara terintegrasi kepada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Laporan tersebut menjadi salah satu bagian dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah Kota Serang di tingkat nasional. Karena itu, Bapperida mendorong perangkat daerah dan unit pelayanan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berupa gagasan, tetapi dapat diterapkan.
“Tahun lalu kita masuk sebagai Pemda yang sangat inovatif. Dengan capaian 77 inovasi saat ini, kita menargetkan Pemkot Serang bisa meraih penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat, yakni sebagai Pemerintah Daerah Terinovatif,” kata Hari, Jumat 18 September 2026.
Menurut Hari, inovasi pemerintahan tidak selalu harus berupa penggunaan teknologi.
Penyederhanaan proses pelayanan, perbaikan regulasi, hingga efisiensi kerja birokrasi juga dapat menjadi bagian dari inovasi daerah.
“Inovasi itu bermacam-macam. Misalnya dalam satu pekerjaan sebelumnya harus melewati enam tahap regulasi, lalu dipangkas menjadi tiga tahap namun tetap memberikan layanan terbaik. Penyederhanaan yang tiga tahap itu sudah bisa dijadikan karya inovasi daerah,” katanya.
Ia mengatakan, tujuan utama pengembangan inovasi bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan meningkatkan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Gagasan yang diterapkan di lingkungan pemerintahan diharapkan mampu membuat proses pelayanan menjadi lebih sederhana dan mudah diakses.
“Dengan adanya lomba inovasi ini, diharapkan seluruh pegawai Pemkot Serang bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan. Tujuan akhirnya adalah peningkatan pelayanan publik yang secara langsung bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hari.
Bapperida mencatat keterlibatan dalam lomba tersebut tidak hanya berasal dari organisasi perangkat daerah. Unsur kelurahan, tenaga kesehatan di puskesmas, hingga tenaga pendidik di sekolah juga didorong menghasilkan gagasan inovasi.
Dengan 77 gagasan yang telah masuk, Bapperida masih melanjutkan proses penilaian hingga target penyelesaian pada 20 Oktober 2026. Hasil akhirnya akan menjadi bagian dari pelaporan inovasi daerah Kota Serang kepada pemerintah pusat.
Editor: Aas Arbi












