SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pelebaran jalan raya Serdang-Bojonegara-Merak (SBM).
Upaya tersebut dilakukan guna mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di wilayah tersebut akibat tingginya mobilitas kendaraan truk yang mengangkut hasil tambang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan perencanaan atau DED untuk pelebaran jalan raya SBM. “Masih perencanaan, kita kan targetnya Desember selesai,” katanya, Sabtu 19 September 2026.
Arlan mengaku, saat ini pihaknya juga menunggu proses aktif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mengundang perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar jalan raya SBM.
“Ini untuk memberikan informasi awal terkait rencana pelebaran dan menyepakati beberapa hal yang termasuk untuk pemenuhan kebutuhan lahan. Mungkin salah satunya yang berkaitan dengan aset-aset perusahaan,” tegasnya.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar jalan raya SBM tentunya harus bersedia karena mereka akan menerima manfaat yang besar dengan adanya pelebaran jalan tersebut.
“Karena sekarang yang terdampak bukan hanya masyarakat saja, tetapi perusahaan-perusahaan juga kan terdampak dengan kemacetan-kemacetan itu. Ya, harusnya bersedia,” tegasnya.
Nantinya, Pemkab Serang yang akan menginisiasi untuk pertemuan tersebut, dan pihaknya yang akan menyampaikan rencana pelebarannya dan luasan lahan yang terdampak di masing-masing perusahaan.
Rencananya, untuk tahap awal, 15 Kilometer jalan yang akan dibuatkan DED nya di tahun ini. “Kemarin awal kan kita 10 kilo tapi usulan dari masyarakat minta untuk perencanaan sampai 15 kilo. Ya udah kita nanti buat perencanaan sampai 15 kilo,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak












