LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Rata-rata lama pendidikan atau sekolah di Kabupaten Lebak mendapat sorotan dari anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris. Saat ini, rata-rata lama pendidikan di Lebak 6-8 tahun, atau hanya lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP)Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kabupaten Lebak itu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat.
“Tentunya harus menjadi perhatian dan evaluasi kita semua dengan rata-rata lama sekolah 6-8 tahun. Tingkat pendidikan sangat penting karena mereka adalah calon generasi penerus bangsa,” kata Regen, Minggu, 20 September 2026.
Regen mengatakan, peningkatan rata-rata lama sekolah perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar akses dan keberlanjutan pendidikan masyarakat di Kabupaten Lebak semakin baik.
“Pemerintah daerah harus terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Lebak,” kata Regen.
Menurutnya, upaya itu penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lebak.
Ia mendorong Pemkab Lebak memperkuat sosialisasi dan program yang dapat mendorong anak-anak untuk tetap bersekolah hingga jenjang pendidikan menengah maupun perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, membenarkan bahwa rata-rata lama sekolah di Kabupaten Lebak baru 6-8 tahun. Hal itu, kata Doddy, karena masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah keberadaan masyarakat adat yang memiliki ketentuan dan tradisi tersendiri terkait pendidikan formal.
Di Kabupaten Lebak, terdapat masyarakat adat Baduy yang sebagian warganya tidak menempuh pendidikan formal. Kondisi i tu turut memengaruhi perhitungan rata-rata lama sekolah di Lebak.
“Rendahnya rata-rata lama sekolah juga dipengaruhi masyarakat adat yang tidak sekolah. Kalau saudara Baduy Luar ada sekitar 10 ribu dan Baduy Dalam sekitar dua ribu, berarti ada sekitar 12 ribu orang. Namun, kita tetap menghormati adat istiadat mereka,” ujar Doddy.
Editor: Agus Priwandono












