SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang terus berupaya memperluas digitalisasi di level desa melalui program Aku Desa Digital.
Program tersebut diyakini mampu memberikan kemudahan dan mendekatkan akses layanan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan Adminduk.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetri, sebelumnya Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah telah menandatangani SK untuk 137 desa yang telah siap memberikan layanan pada saat launching dan penandatanganan kerja sama program Aku Desa Digital dengan desa.
Namun saat ini, jumlah desa yang menggunakan layanan aku desa digital terus bertambah, yakni mencapai 128 desa.
“Pas launching ada 137 desa. Terus kemudian yang sudah masuk lagi ke kami itu sudah 182 desa. Nah, ini selanjutnya kita sedang proses untuk di-SK-kan Bupati juga,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 21 September 2026.
Ia menungkapkan, saat ini sudah ada satu kecamatan yang 100 persen pelayanan administrasi kependudukan dilakukan sepenuhnya di desa, yakni Kecamatan Ciomas.
“Kemarin kita lakukan konsolidasi dan kita launching untuk layanan di desa itu Kecamatan Ciomas. Dia sudah 100 persen layanan di desa. Jadi semua desa di Ciomas itu sudah melakukan pelayanan untuk masyarakatnya,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdukcapil di kecamatan sudah tidak lagi menerima layanan tatap muka untuk pembuatan adminduk, kecuali untuk perekaman KTP-el. Sehingga nantinya para pegawai UPT difokuskan untuk melayani secara online. “Kalau ada yang datang ke UPT, masyarakat dari kecamatan situ akan diarahkan ke desanya lagi,” imbuhnya.
Ia menilai, pelaksanaan program aku desa digital dinilai sangat efektif memangkas waktu layanan. Selain itu, akses masyarakat juga lebih dekat karena berbasis di desa. Nantinya, operator di desa yang melayani warga secara langsung dan meng-upload berkas persyaratan ke dalam sistem digital Disdukcapil.
Setelah diverifikasi, dokumen kependudukan langsung dikirim kembali ke pemohon melalui email atau handphone, atau melalui operator desa.
“Jadi lebih cepat layanannya karena sudah dilakukan oleh desa. Memangkas waktu layanan,” tambahnya.
Nantinya, setelah Kecamatan Ciomas, ada beberapa kecamatan lain akan menyusul yakni Kecamatan Lebakwangi dan Kecamatan Pontang.
Disdukcapil mencatat, dalam satu hari pihaknya melayani 250 sampai 300 layanan kependudukan. Dari 29 jenis layanan yang ada, yang paling banyak adalah Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, cetak dan perekaman KTP.
“Kita kan ada 29 jenis layanan. Satu hari itu layanan kependudukan bisa 250 sampai 300 layanan. Kita 29 kecamatan, 326 desa,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak












