SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan sejumlah paket pekerjaan dalam APBD 2027 mulai dilelang pada Desember 2026.
Walikota Serang Budi Rustandi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) tidak menunggu tahun anggaran 2027 berjalan untuk mempersiapkan proses pengadaan. Percepatan lelang dini dinilai dapat membuat program pembangunan lebih cepat dilaksanakan.
Budi mengatakan, percepatan tersebut dilakukan agar anggaran yang telah disusun dapat segera direalisasikan untuk kebutuhan masyarakat.
“Desember saya minta kebutuhan masyarakat sudah mulai bisa dilelang dini, agar benar-benar bisa berjalan dengan mudah, dengan baik, dan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya, Senin, 21 September 2026.
Menurut Budi, pembahasan Raperda APBD 2027 bersama DPRD menjadi salah satu tahapan penting sebelum program dan kegiatan pemerintah daerah dilaksanakan.
Ia berharap pembahasan tersebut dapat berjalan cepat sehingga kebutuhan administrasi dan tahapan pengadaan dapat segera disiapkan oleh masing-masing OPD.
“Sehingga bisa segera merasakan apa yang kita anggarkan untuk kebutuhan masyarakat. Tentu dengan melihat efisiensi anggaran yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Budi menyebut pola percepatan tersebut sebelumnya telah diterapkan dalam pelaksanaan APBD 2026. Pemkot Serang berupaya mempersiapkan program sejak awal agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.
Menurutnya, kesiapan OPD dalam menindaklanjuti anggaran juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja. Ia mengapresiasi perangkat daerah yang dinilai mampu merespons kebutuhan pembangunan dengan cepat.
Selain percepatan pengadaan, Pemkot Serang juga melakukan efisiensi dalam pengelolaan APBD. Belanja yang dinilai tidak menjadi prioritas ditata kembali agar anggaran dapat diarahkan untuk program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dan di era saya dan Pak Agis yang paling terbesar. Ini semua berkat kebijakan Presiden untuk efisiensi. Kita melakukan efisiensi sungguh-sungguh agar bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Budi mengatakan, efisiensi anggaran menjadi salah satu dasar dalam menyusun kembali komposisi belanja daerah. Program yang dianggap memiliki manfaat langsung bagi masyarakat menjadi bagian dari arah penggunaan anggaran.
Di sisi lain, ia memastikan pembangunan tidak hanya berfokus di kawasan pusat Kota Serang. Penataan kawasan pusat kota yang sedang berjalan tetap dibarengi dengan pembangunan di wilayah kecamatan.
“Tujuannya adalah menjadikan ibu kota yang sesungguhnya. Tentu tidak meninggalkan pembangunan di seluruh yang ada di kecamatan di Kota Serang. Ini bukan cuma omon-omon tapi sudah saya buktikan,” katanya.
Dengan target lelang dini pada Desember, Pemkot Serang berharap sejumlah pekerjaan yang masuk dalam APBD 2027 dapat dipersiapkan lebih awal dan pelaksanaannya tidak terlalu menunggu hingga tahun anggaran berjalan.












