• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Cukup untuk Bertani, Tidak untuk Hidup

Mashudi by Mashudi
Kamis, 24 September 2026 07:53
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Anak petani tidak mau menjadi petani. Petani pun tidak ingin anaknya menjadi pe­tani. Tentu tidak semua. Petani yang memiliki lahan luas dan modal cukup ten­tu masih bisa hidup layak. Yang se­dang kita bicarakan adalah petani kecil. 

Mereka pergi ke sawah setiap hari, tetapi penghasilannya tidak cukup untuk meng­gantungkan masa depan. Banyak di antara mereka menjual sawah, kebun, atau aset lain untuk menyekolahkan anak. Harapannya sederhana: setelah lu­lus, sang anak tidak perlu menjalani kehidupan sesulit orangtuanya.

RelatedPosts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ujian Kemanusiaan

Kamis, 1 Oktober 2026 07:26
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Musim yang Tak Lagi Berakhiran “Ber”

Senin, 28 September 2026 07:14

Sensus Pertanian 2023 mencatat 27,8 juta petani pengguna lahan di Indonesia. Se­banyak 17,25 juta orang sekitar 62 persen tergolong petani gurem karena me­­­nguasai lahan kurang dari setengah hektare.

Artinya, lebih dari enam di antara sepu­luh petani pengguna lahan bekerja di atas tanah yang luasnya tidak sampai 5.000 meter persegi. Banyak pula yang hanya menggarap 1.000 atau 2.000 meter. Lahan seluas itu mungkin cukup untuk membuat seseorang sibuk. Belum tentu cukup untuk membuatnya sejahtera.

Jika hasilnya tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga, bertani akhirnya lebih menyerupai kegiatan untuk mengisi hari daripada usaha yang dapat diandal­kan. Teknologi dapat meningkatkan ha­sil, tetapi tidak dapat mengubah tanah 1.000 meter menjadi satu hektare.

Dari panen yang terbatas, petani masih harus membayar benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan ongkos angkut. Belum selesai menghitung biaya, harga jual su­dah jatuh karena panen raya.

Begitulah nasib petani. Ketika gagal panen, ia rugi. Ketika panennya berhasil, harga bisa ikut gagal. Panen juga tidak selalu bisa ditahan sampai harga mem­baik. Utang jatuh tempo, anak perlu bia­ya sekolah, dan dapur tidak dapat di­minta bersabar.

Kita rajin berbicara tentang produktivitas dan nilai tukar petani. Angkanya bisa naik dan pemerintah boleh bergembira. Na­mun, angka rata-rata tidak selalu meng­gambarkan kehidupan setiap petani. 

Meski begitu, rasanya juga tidak adil apabila seluruh kesalahan ditimpakan ke­pada pemerintah, tengkulak, cuaca, dan sempitnya lahan. Dunia pertanian sendiri perlu berani bercermin.

Sebagian masih bertani dengan cara puluhan tahun lalu. Biaya produksi ja­rang dicatat, pupuk tidak selalu dise­suaikan dengan kebutuhan tanah, dan hasil panen langsung dijual tanpa pengo­lahan atau nilai tambah. Tradisi tidak selalu buruk. Banyak pengetahuan lama yang justru menjaga alam. Namun, tradisi tidak boleh menjadi alasan untuk menolak teknologi, informasi cuaca, pe­ngelolaan usaha, dan cara baru men­jual hasil panen.

Lahan yang sempit harus dikelola de­ngan pengetahuan yang semakin luas. Petani perlu menghitung biaya, membaca pasar, menjaga mutu, dan memilih tanaman yang sesuai. Kelompok tani dan koperasi harus bekerja, bukan hanya hidup ketika bantuan datang. Di sinilah negara dibutuhkan. Negara harus memas­ti­kan air tersedia, pupuk datang tepat waktu, pembiayaan terjangkau, penyuluh hadir, teknologi dapat digunakan, dan harga panen tidak dibiarkan jatuh tanpa perlindungan.

Pengusaha boleh masuk, tetapi jangan sam­pai petani hanya menjadi buruh di tanah yang dahulu mereka miliki.

Swasembada pangan idealnya lahir dari jutaan petani yang produktif dan hidup layak. Bukan seolah-olah dihasil­kan pemerintah atau hanya menjadi ke­berhasilan perusahaan besar. Koes Plus pernah menggambarkan kesuburan negeri ini: “Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Tanah kita memang subur. Ha­nya saja, tanah yang subur tidak otomatis membuat petaninya makmur.

Pada momentum Hari Tani Nasional, 24 September, pertanyaan kita sederhana: apakah orang yang menanam pangan untuk bangsa ini sudah dapat hidup layak dari pekerjaannya?

Sebab, pertanian tidak kehilangan generasi hanya karena anak-anak petani pergi. Pertanian kehilangan generasi ketika menjadi petani tidak lagi memberi mereka cukup alasan untuk tinggal. (*)

Tags: Catatan SekamHari Tani Nasionalkesejahteraan petanipertanian indonesiaPetaniPetani GuremPetani Mudaregenerasi petaniswasembada pangan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

BRI Region 8 Jakarta 3 Raih Golden Winner Radar Banten Award 2026

Next Post

Kemenag Tangsel Raih Radar Banten Award 2026 Berkat Inovasi Pendidikan Bermutu

Next Post
Kemenag Tangsel Raih Radar Banten Award 2026 Berkat Inovasi Pendidikan Bermutu

Kemenag Tangsel Raih Radar Banten Award 2026 Berkat Inovasi Pendidikan Bermutu

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jadwal Super League hari ini

Super League Akan Mulai Sore Ini, Empat Laga Tersaji: Persita Vs Garudayaksa FC Berlaga di BIS

by Nurandi
Sabtu, 10 Oktober 2026 09:03
0

RADARBANTEN.CO.ID- Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League 2026 kembali menyajikan pertandingan menarik pada Sabtu, 10 Oktober 2026....

UMKM Banten

Pemprov Banten Dorong UMKM Naik Kelas, Kunci Utamanya Kualitas dan Kolaborasi

by Yusuf Permana
Sabtu, 10 Oktober 2026 08:59
0

TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing melalui...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.