SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang siap untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serang. Program tersebut dinilai sangat baik untuk menekan angka kasus stunting di Kabupaten Serang.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menegaskan siap menyukseskan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pembenahan pelaksanaan program MBG. “Yang kedua adalah penguatan peningkatan pelayanan terhadap penerima manfaat. Makanya kita nge-push agar SLS semuanya 100 persen,” ujar Najib.
Ia menyebut saat ini masih ada sekitar 7 hingga 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih dalam proses finishing. Ditargetkan akhir bulan ini semua dapur yang sudah operasional bisa 100 persen merampungkan SLHS.
Sesuai info dari BGN pusat, dapur yang telah selesai akan diaktivasi secara bertahap setelah pemetaan dan monitoring, dengan skala prioritas.
Najib menilai, dampak pelaksanaan program MBG sangat signifikan, terutama masukan dari anak didik, kader Posyandu, serta penerima manfaat 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. “Sangat signifikan pengaruhnya dalam rangka untuk menurunkan angka stunting,” katanya.
Ke depan, Pemkab akan evaluasi bersama Korwil BGN untuk mengoptimalkan layanan bagi lembaga pendidikan dan kelompok 3B yang belum maksimal terlayani. Dapur-dapur terdekat akan diarahkan untuk melayani balita non-PAUD, ibu hamil dan menyusui karena berkaitan langsung dengan indikator capaian stunting.
Selain kesehatan, MBG juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi pedesaan. Sesuai arahan Kepala BGN, Bumdes, koperasi, dan UMKM di desa akan di-link and match untuk mensuplai kebutuhan dapur MBG.
“Jadi di sisi lain angka stunting turun, yang kedua ekonomi di pedesaan itu bergerak. Baik itu petani sayuran, telur bagi peternak dan produk-produk lain yang diharapkan bisa mensuplai pasok di MBG. Keberadaan dapur, Bumdes, UMKM ini harus menjadi satu kesatuan ekosistem ekonomi pertumbuhan baru di desa,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi risiko keracunan massal, Satgas MBG Kabupaten Serang akan melibatkan Koordinator Kecamatan (Korcam) BGN untuk intensif melakukan tinjau lapangan saat proses memasak, mulai jam 12 malam sampai 11 malam.
“Satgas akan melibatkan seluruh Korcam BGN intensif melakukan tinjau lapangan pada saat mereka masak. Kita akan sampling beberapa wilayah yang ada potensi pelayanannya belum maksimal dan akan roadshow pengawasan pada saat mereka masak,” tegasnya.
Pengawasan juga akan dilakukan terhadap Istalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) SPPG dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyiapkan skema penataan.
Ia pun menekankan kepada seluruh Kepala SPPG di Kabupaten Serang untuk tetap disiplin menjalankan tugas sesuai SOP di bawah pengawasan Korcam dan Korwil MBG tingkat kabupaten.
Editor: Abdul Rozak












