CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras premium di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, mengalami kenaikan hingga Rp16 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut terpantau dalam pemantauan harga yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon bersama sejumlah instansi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Didin Supriatna Maulana mengatakan, pemantauan harga beras dilakukan setiap pekan selama tiga minggu terakhir.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi harga dan ketersediaan stok beras di Pasar. “Ini kita setiap minggu, sudah tiga minggu mantau bersama Bapanas, Polres dan Dinas Ketahanan Pangan harga beras,” kata Didin.
Didin menyebut, harga beras premium yang sebelumnya berada pada kisaran standar Rp14.900 per kilogram kini ditemukan mencapai Rp16 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beras kelas medium.
Sementara itu, harga beras SPHP Bulog masih berada pada harga standar. Namun, menurut Didin, beras SPHP relatif kurang diminati masyarakat Cilegon dibandingkan beras medium dan premium.
Untuk ketersediaan, Didin memastikan pasokan beras di Cilegon masih dalam kondisi aman.
Distributor maupun pedagang disebut masih memiliki stok untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan.
“Sementara ini masih aman. Jadi setiap distribusi itu mereka simpan untuk empat sampai lima hari,” ujarnya.
Selain itu, kondisi pasokan turut terbantu dengan adanya penyaluran beras melalui program bantuan sosial.
Pada bulan ini, sebagian masyarakat Cilegon mendapatkan beras melalui Program Keluarga Harapan (PKH).
Terkait penarikan produk beras, Didin menyebut terdapat sekitar 25 produk yang ditarik karena dinilai tidak sesuai ketentuan. Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan harga produk tersebut.
Editor: Abdul Rozak











