• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Ujian Kemanusiaan

Mashudi by Mashudi
Kamis, 1 Oktober 2026 07:26
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Dulu saya mengenal peristiwa 30 September lewat film. Belakangan, muncul berbagai pem­bicaraan yang mempersoalkan film itu, juga cara kita memahami sejarahnya. Saya bu­kan pelaku atau peneliti sejarah. Saya tidak punya cukup bekal untuk memutuskan per­debatan itu. 

Pengorbanan para pahlawan revolusi patut dihormati. Pada peringatan Hari Kesaktian Pan­casila ini, saya juga ingin melihat bagai­mana Pancasila dirasakan warga dalam kehi­dupan sehari-hari.

RelatedPosts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Musim yang Tak Lagi Berakhiran “Ber”

Senin, 28 September 2026 07:14
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Cukup untuk Bertani, Tidak untuk Hidup

Kamis, 24 September 2026 07:53
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Truk Sampah Pergi

Senin, 21 September 2026 06:43
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ketika Kursi Berganti

Kamis, 17 September 2026 07:21

Rabu, saya membaca tulisan te­man saya, Muhammad Arif Kirdiat, di Facebook. Saya biasa memanggilnya Kang Arif. Ia aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk mendampingi warga Baduy yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kang Arif bercerita tentang warga Kamp­ung Cigulingseng, wilayah Baduy Selatan, yang kesulitan buang air kecil. Pasien sudah mendapat penanganan awal dan dipasangi kateter. Kang Arif dan timnya kemudian membantu mem­bawa pasien ke rumah sakit. KTP dan BPJS diperiksa. Senin pagi, ambulans membawa pasien menuju RSUD Banten.

Menurut penuturan Kang Arif, setibanya di sana, mereka mendapat informasi bah­wa dokter spesialis urologi sudah la­ma tidak berpraktik. Pasien kemudian dibawa ke Rumah Sakit Drajat Prawira­negara (RSDP) milik Pemerintah Kabupa­ten Serang. Sebagai rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi, RSUD Banten semestinya bisa diandalkan warga yang membutuhkan pelayanan spesialis.

Pemerintah provinsi dan pengelola rumah sakit perlu menjelaskan mengapa pelayanan urologi belum tersedia dan kapan warga bisa kembali mendapat­kannya. Sementara itu, pasien perlu di­arahkan ke rumah sakit yang siap me­nerima, dengan koordinasi yang jelas sebelum diberangkatkan.

Jangan sampai keluarga yang sudah mem­bawa orang sakit dari jauh harus mencari sendiri tempat pertolongan ber­ikutnya.

Perjalanan pasien itu ternyata belum selesai di RSDP. Menjelang pukul sepuluh malam, Kang Arif mendapat kabar bahwa pasien dipersilakan pulang. Dalam ung­gah­annya, ia menyebut surat rujukan untuk pemeriksaan USG menjadi salah satu persoalan yang disampaikan kepada­nya. Penjelasan pihak rumah sakit tetap perlu didengar agar pertimbangan medis dan pelayanannya dipahami secara utuh. Saya tidak punya bekal untuk menentukan apakah pasien harus dirawat inap.

Tetapi Kang Arif langsung memikirkan perjalanan pulangnya.

Mau tidur di mana? Naik apa ke Baduy?

Menurut Kang Arif, pasien masih memakai kateter dan kesulitan berdiri. Untuk mencapai rumahnya, ia harus ditandu. Pulang ke pedalaman Baduy dalam keadaan begitu tentu berbeda de­­ngan pulang ke rumah yang bisa di­ca­pai kendaraan.

Malam itu, pasien akhirnya dibawa ke tempat singgah tim pendamping. Selepas subuh, Kang Arif kembali mencari bantuan, hingga mendapat respons dari utusan Menteri Kesehatan. Pasien akhirnya kembali diterima di RSDP.

Tadi malam saya menghubungi Kang Arif melalui WhatsApp. Ia mengabarkan bahwa pasien akan menjalani operasi, sambil menunggu kondisinya memadai untuk tindakan tersebut.

Saya lega mendengarnya. Tetapi ada pertanyaan yang tertinggal: bagaimana kalau tidak ada Kang Arif? Bagaimana ka­lau keluarga pasien tidak mengenal orang yang memahami prosedur, bersedia menelepon hingga malam, dan mempunyai jaringan untuk meminta pertolongan?

Kang Arif dan timnya memeriksa berkas, mencari kendaraan, menyediakan tempat beristirahat, lalu meminta bantuan ketika menemui kebuntuan. Bagi keluarga pasien, semua itu sangat berarti.

Kita bersyukur ada mereka. Tetapi warga yang tidak mengenal Kang Arif juga berhak mendapat pelayanan yang jelas dan layak. Kesempatan mendapat pertolongan semestinya tidak bergantung pada siapa yang bisa kita hubungi.

Kemanusiaan dan keadilan sosial juga diuji ketika orang sakit datang meminta pertolongan.

Pada peringatan 1 Oktober ini, saya mem­bayangkan keluarga pasien yang se­dang menunggu operasi. Mereka mung­kin tidak sedang membicarakan Pancasila. Mereka hanya berharap orang yang mereka sayangi segera mendapat pertolongan dan bisa pulang dengan keadaan lebih baik. (*)

Tags: Catatan SekamHari Kesaktian Pancasila
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bupati Serang Nilai Program Jalan Bang Andra Perkuat Konektivikas dan Ekonomi Desa

Next Post

DPRD Lebak Nilai KDMP Perkuat Ekonomi Masyarakat Desa

Next Post
DPRD Lebak Nilai KDMP Perkuat Ekonomi Masyarakat Desa

DPRD Lebak Nilai KDMP Perkuat Ekonomi Masyarakat Desa

Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 10:28
Kadispora Tangsel Mukroni mundur

Kadispora Tangsel Mukroni Mengundurkan Diri, H. Ika Ditunjuk Jadi Plt

Kamis, 1 Oktober 2026 13:33
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga di Rangkasbitung Ungkap Komjen Suyudi Ario Seto Gemar Menyantap Jojorong dan Sayur Sop

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34
Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

by Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026 08:20
0

Perjalanan SMA saya berakhir pada Juli 1994. Saat pulang ke Indonesia. Dari 80 anak Indonesia yang berangkat jadi siswa pertukaran,...

DPRD Kabupaten Tangerang

DPRD Kabupaten Tangerang Minta Pengawasan Barang Ilegal Diperkuat

by Mulyadi
Jumat, 2 Oktober 2026 07:38
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani menyebut pengawasan terhadap peredaran barang ilegal dinilai perlu diperkuat dari...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.