SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni mendorong kegiatan mengaji di sekolah tidak lagi sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). Ia mengusulkan mengaji masuk sebagai muatan lokal (mulok) dalam pembelajaran wajib bagi pelajar muslim.
Gagasan tersebut disampaikan Andra Soni setelah memberikan apresiasi kepada 179 guru mengaji se-Kota Serang di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Andra, kegiatan mengaji memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kebiasaan positif bagi peserta didik.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menindaklanjuti gagasan tersebut, khususnya pada jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta yang mengikuti Program Sekolah Gratis.
“Jadi maksud saya, mengaji ini bukan lagi sekadar ekskul, melainkan wajib bagi pelajar muslim,” ujar Andra.
Andra mengatakan, Pemprov Banten saat ini mengelola hampir 300 SMA dan SMK negeri yang operasionalnya didukung pemerintah. Menurutnya, kegiatan mengaji dapat dikembangkan melalui muatan lokal dengan pengaturan waktu pembelajaran secara rutin setiap pekan.
“Mungkin bisa dialokasikan beberapa jam dalam seminggu atau satu hari, yang terpenting anak-anak itu mengaji,” katanya.
Selain kemampuan mengaji, Andra menekankan pentingnya pendidikan karakter yang diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. Hal itu meliputi kedisiplinan, ketertiban, menghormati orang tua hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan kemampuan membaca Al-Qur’an. Pendidikan juga harus mampu membentuk kebiasaan positif yang pada akhirnya menjadi karakter peserta didik.
“Jika diterapkan secara masif, nilai-nilai tersebut akan terinternalisasi menjadi kebiasaan, dan insyaallah akhirnya menjadi jati diri warga Banten,” ucapnya.
Andra juga mengusulkan agar tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an atau melek Al-Qur’an menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja sekolah.
Dengan demikian, keberhasilan sekolah tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter dan nilai keagamaan peserta didik.
“Prestasi lain yang bisa kita nilai adalah tingkat melek Al-Qur’an di sekolah tersebut. Saya pikir hal ini perlu kita terapkan secara luas,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Serang Mengaji KH Enting Abdul Karim menyambut baik usulan tersebut. Ia mengatakan, Program Serang Mengaji yang merupakan salah satu dari 13 program utama Pemkot Serang telah berjalan sekitar satu tahun.
Menurut Enting, program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak anak-anak.
Pihaknya pun menyatakan kesiapan mendukung rencana Gubernur Banten menjadikan kegiatan mengaji sebagai muatan lokal di jenjang SMA dan SMK. Bahkan, Satgas Serang Mengaji siap menyiapkan tenaga pengajar untuk mendukung rencana tersebut.
Editor: Mastur Huda












