JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini kembali ke Markas Besar Polri setelah resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Suyudi memiliki perjalanan panjang di kepolisian, termasuk pengalaman di bidang reserse, memimpin Polda Banten, hingga menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Saat memimpin BNN, sejumlah operasi pemberantasan narkotika dilakukan, termasuk operasi pemberantasan dan pemulihan kampung narkoba serta pengungkapan jaringan narkotika internasional. Salah satu kasus yang menonjol adalah penangkapan buronan internasional Dewi Astutik alias Mami di Kamboja.
Sebelum menjadi Kapolri, berikut sejumlah kiprah Suyudi Ario Seto.
Dari Reserse hingga Kapolda Banten
Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, dan merupakan lulusan Akpol 1994. Pendidikan kepolisiannya berlanjut melalui PTIK dan Sespimti. Ia juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada Januari 2026.
Karier Suyudi banyak bersentuhan dengan bidang reserse. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, antara lain Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Ia kemudian dipercaya menjadi Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kariernya berlanjut sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolres Metro Jakarta Pusat, serta Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Suyudi juga pernah menduduki jabatan di Bareskrim Polri, termasuk Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.
Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten. Ia memimpin Polda Banten sejak Juni 2024 hingga Agustus 2025.
Program Warbin hingga Poliran di Banten
Saat menjabat Kapolda Banten, Suyudi membawa sejumlah program yang menjadi bagian dari kebijakan kepemimpinannya, antara lain Warung Bhabinkamtibmas atau Warbin, Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (Pecak), serta Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Warbin menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, saran, maupun persoalan yang dihadapi kepada Bhabinkamtibmas. Konsepnya dibuat lebih informal dengan memanfaatkan suasana seperti warga sedang berkumpul di warung. Program tersebut tercatat sebagai salah satu program kerja Suyudi ketika menjabat Kapolda Banten.
Sementara Poliran diarahkan untuk membantu menangani persoalan pengangguran yang dinilai dapat berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui program tersebut, Suyudi mendorong konsep 3M, yakni merekrut, melatih, dan menyalurkan masyarakat ke dunia kerja.
“Maka salah satu solusi dengan melaksanakan 3M, yaitu merekrut, melatih, dan menyalurkan dengan harapan dapat mengurangi angka pengangguran di wilayah hukum Polda Banten,” kata Suyudi saat itu.
Program Warbin dan Poliran kemudian tercatat sebagai bagian dari program unggulan yang dilanjutkan oleh Kapolda Banten setelah Suyudi.
Sasar Kampung Narkoba di 34 Provinsi
Setelah menjabat Kepala BNN sejak Agustus 2025, Suyudi mengarahkan pemberantasan narkotika hingga ke kawasan yang dikenal sebagai kampung rawan narkotika.
Pada November 2025, BNN bersama Polri dan TNI melaksanakan Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba secara serentak di 53 titik yang tersebar di 34 provinsi.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Kampung Bahari, Jakarta Utara. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya penindakan sekaligus pemulihan kawasan yang memiliki persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Dalam operasi tiga hari tersebut, BNN mencatat sebanyak 1.259 orang diamankan. Petugas juga menyita berbagai jenis barang bukti narkotika, termasuk sabu, ganja, dan ekstasi.
Tangkap Buronan Internasional
Salah satu operasi yang menonjol pada masa kepemimpinan Suyudi di BNN adalah penangkapan Dewi Astutik alias Mami.
Dewi merupakan buronan yang terkait jaringan peredaran narkotika internasional. Ia ditangkap di Kamboja pada Desember 2025 dalam operasi yang melibatkan kerja sama aparat penegak hukum Indonesia dan Kamboja.
BNN mencatat Dewi Astutik termasuk 16 buronan kasus narkotika yang berhasil ditangkap sepanjang 2025. Ia juga tercatat sebagai buronan Interpol.
Dalam pengungkapan jaringan tersebut, BNN sebelumnya mengungkap penyelundupan sekitar dua ton sabu dari kapal Sea Dragon Tarawa di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Gagalkan 2,6 Ton Metamfetamina Cair
Pengungkapan besar lainnya terjadi pada Agustus 2026 ketika BNN bersama instansi terkait menggagalkan peredaran sekitar 2,6 ton metamfetamina dalam bentuk cair di wilayah perairan Kepulauan Riau.
Kasus tersebut menjadi salah satu pengungkapan narkotika dalam jumlah besar pada masa Suyudi memimpin BNN.
Suyudi menegaskan, pengungkapan narkotika tidak hanya berkaitan dengan jumlah barang bukti yang disita, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.
“Pengungkapan ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan penyelamatan nyawa manusia dalam skala yang sangat masif,” ujar Suyudi saat itu.
Dorong Pengawasan Vape
Selain penindakan terhadap narkotika konvensional, BNN pada masa kepemimpinan Suyudi juga menyoroti penyalahgunaan zat narkotika melalui rokok elektrik atau vape.
Sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan narkotika dan produk vape turut diungkap dalam berbagai kasus sepanjang 2026, termasuk ketamin, cannabis buds, metamfetamina cair, dan ketamin HCL.
Pengungkapan tersebut tersebar di sejumlah wilayah Indonesia dan melibatkan kerja sama BNN dengan Polri, Bea Cukai, serta instansi terkait.
Kini, pengalaman panjang Suyudi di bidang reserse, kepemimpinannya di Polda Banten, serta kiprahnya sebagai Kepala BNN menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Polri.
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Editor: Aas Arbi











