SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi mendukung rencana Pemerintah Provinsi Banten membina pelajar yang terlibat tawuran dan memiliki persoalan kedisiplinan melalui fasilitas militer.
Menurut Budi, pembinaan di lingkungan TNI dapat menjadi alternatif untuk memperbaiki perilaku pelajar sebelum kenakalan mereka berkembang hingga berujung pada proses hukum.
“Saya pasti akan mendukung segala kebijakan Pak Gubernur. Saya lihat sisi yang baik, daripada masuk ke penjara. Artinya untuk melatih mereka, membina mereka, bukan untuk menyiksa mereka,” kata Budi, Minggu 4 Oktober 2026.
Budi menilai pembinaan di barak harus diarahkan sebagai sarana pembentukan karakter dan kedisiplinan, bukan sebagai bentuk hukuman terhadap siswa.
Menurutnya, pelajar yang terlibat tawuran masih perlu diberikan ruang untuk mendapatkan pembinaan dan pendampingan agar dapat memperbaiki perilakunya.
Ia mengatakan pendekatan pembinaan tersebut dapat menjadi pilihan sebelum persoalan kenakalan pelajar masuk ke ranah hukum.
Selain mendukung pembinaan di fasilitas militer, Budi juga mendorong upaya pencegahan tawuran dilakukan sejak lingkungan sekolah dan keluarga.
Budi mengatakan Pemkot Serang akan membantu menyosialisasikan program pembinaan tersebut kepada sekolah dan orang tua siswa.
“Pasti, tentunya saya akan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan para orang tua. Tapi memang kewenangan saya cuma sampai SMP. Belum bisa masuk ke SMA. Saya juga nanti akan masuk ke SMP supaya terhindar dari hal-hal itu,” tuturnya.
Budi juga menyoroti peredaran minuman keras yang menurutnya perlu dikendalikan sebagai bagian dari upaya mencegah kenakalan remaja.
“Saya juga ingin menghindari anak-anak dari tawuran dan lain-lain. Jangan sampai ada keributan, karena pemicunya itu minuman keras. Saya sedang memperjuangkan agar minuman keras ini jangan beredar sembarangan, tidak gampang dibeli oleh masyarakat, apalagi anak-anak sekolah,” ujarnya.
Menurut Budi, pembinaan dan pencegahan perlu dilakukan secara bersamaan agar pelajar tidak kembali terlibat dalam tawuran maupun persoalan kedisiplinan.
Pemkot Serang akan menyesuaikan sosialisasi program tersebut dengan kewenangan pemerintah daerah yang menangani pendidikan hingga jenjang SMP.
Budi berharap langkah pembinaan dapat memberikan ruang bagi pelajar untuk memperbaiki diri sekaligus mencegah mereka terjerumus lebih jauh ke dalam persoalan hukum.












