SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni menyoroti masih tingginya tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Di tengah pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten masih mencapai 6,48 persen pada Mei 2026.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni dalam Rapat Paripurna DPRD Banten dalam rangka memperingati HUT ke-26 Provinsi Banten, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Andra, kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum otomatis menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di Banten.
“Pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum tentu menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Banten pada Mei 2026 masih berada pada 6,48 persen,” kata Andra.
Meski demikian, angka TPT tersebut mengalami penurunan 0,1 persen poin dibandingkan Februari 2026. Jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat menjadi sekitar 5,88 juta orang atau bertambah sekitar 57 ribu orang.
Andra mengatakan Pemprov Banten akan memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Langkah tersebut dinilai penting agar lulusan pendidikan dan pelatihan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Upaya itu dilakukan melalui pelatihan tenaga kerja, program pemagangan, penyediaan informasi pasar kerja, hingga mempertemukan investasi dengan kebutuhan tenaga kerja lokal.
“Kita ingin pada saat perusahaan datang ke Banten, pemerintah bukan hanya mengetahui berapa nilai investasinya, tetapi juga mengetahui berapa orang yang akan direkrut dan kompetensi apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, masyarakat Banten diharapkan lebih siap mengisi peluang kerja yang tercipta dari masuknya investasi ke daerah.
Andra menegaskan investasi yang masuk ke Banten ke depan harus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan.
“Investasi harus menciptakan pekerjaan, investasi harus menciptakan keterampilan masyarakat, membuka ruang bagi pengusaha lokal dan UMKM serta memperkuat rantai pasok daerah,” katanya.
Ia berharap peningkatan investasi dapat berjalan beriringan dengan penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan keterampilan masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Banten tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan melalui terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Editor: Mastur Huda












