SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki usia ke-26 tahun, Provinsi Banten dinilai perlu menjadikan momentum hari jadi sebagai bahan evaluasi pembangunan. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan berbagai kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten Yeremia Mendrofa mengatakan, tema HUT ke-26 Banten, “Banten Bergerak, Maju Berdampak”, harus dimaknai sebagai komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di usia ke-26 tahun, tentu kita patut bersyukur dan mengapresiasi berbagai pembangunan serta pelayanan publik yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Banten. Tema Banten Bergerak, Maju Berdampak harus dimaknai bahwa setiap gerak pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” kata Yeremia, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, HUT ke-26 Banten tidak cukup hanya menjadi momentum seremonial. Hari jadi provinsi harus dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
“Tujuan berdirinya Provinsi Banten harus semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi terutama melalui peningkatan kualitas hidup rakyat,” ujarnya.
Yeremia menilai sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang perlu terus diperkuat. Pemerintah harus memastikan akses pendidikan semakin mudah, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Banten.
Ia berharap tidak ada lagi orang tua yang kesulitan ketika anaknya hendak melanjutkan pendidikan. Selain akses, kualitas pendidikan juga perlu ditingkatkan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan dan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah tersebut penting agar lulusan di Banten memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Anak-anak muda Banten harus memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan dan pelatihan harus semakin terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian Yeremia dalam pembangunan Banten. Ia mendorong pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar semakin cepat, mudah, dan manusiawi.
Masyarakat yang membutuhkan pertolongan, kata dia, harus mendapatkan pelayanan tanpa menghadapi prosedur yang menyulitkan.
“Jangan sampai ada warga yang membutuhkan pertolongan tetapi harus menghadapi antrean panjang atau kesulitan mendapatkan pelayanan. Ketika rakyat sakit, negara harus hadir,” tegasnya.
Selain kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar juga dinilai perlu terus diperluas. Akses listrik, jalan, dan konektivitas harus semakin merata hingga wilayah perdesaan.
Persoalan banjir juga perlu menjadi perhatian pemerintah. Infrastruktur yang dibangun, menurutnya, harus mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Yeremia turut menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten. Pemerintah perlu menggali dan mengoptimalkan sumber PAD secara sehat, transparan, dan tidak membebani masyarakat.
“Semakin kuat PAD, semakin besar ruang fiskal yang dimiliki daerah untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Namun, peningkatan PAD harus berjalan beriringan dengan pembenahan struktur anggaran. Ia berharap APBD Banten semakin sehat dan proporsional sehingga tersedia ruang lebih besar untuk membiayai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Anggaran harus benar-benar diarahkan pada prioritas pembangunan dan menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan rakyat,” kata Yeremia.
Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Di sisi lain, reformasi birokrasi dan pelayanan publik juga dinilai penting untuk memastikan pembangunan Banten memberikan dampak yang lebih luas. Birokrasi Pemprov Banten diharapkan semakin sederhana, cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Yeremia, masyarakat tidak boleh dipersulit oleh prosedur pelayanan yang panjang. Pemerintah harus hadir melalui pelayanan yang mudah diakses dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Proyek
Yeremia menegaskan, pembangunan Banten ke depan harus diukur dari seberapa besar persoalan masyarakat yang mampu diselesaikan pemerintah. Keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari jumlah proyek yang berhasil dibangun.
“Ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya berapa banyak proyek yang dibangun, tetapi berapa banyak persoalan rakyat yang berhasil kita selesaikan,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap HUT ke-26 Banten menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berdampak bagi masyarakat.
Yeremia berharap masyarakat Banten ke depan semakin mudah mendapatkan pendidikan berkualitas, memperoleh pekerjaan, mengakses layanan kesehatan, menikmati infrastruktur yang layak, serta merasakan peningkatan kesejahteraan.
“Itulah makna Banten Bergerak, Maju, dan benar-benar Berdampak: pembangunan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi hadir dan dirasakan sampai ke rumah-rumah rakyat,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda












