SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang meraih Juara II Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Jawa-Bali Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot Serang untuk memperkuat berbagai upaya menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit dan Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, yang berlangsung pada 24 hingga 26 September 2026 kemarin.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran TPID untuk meningkatkan kinerja pengendalian inflasi di Kota Serang.
“Alhamdulillah, Kota Serang mendapatkan juara kedua nasional. Mudah-mudahan ini bisa lebih dimaksimalkan lagi dalam rangka menjaga harga-harga di Kota Serang,” ungkap Budi Rustandi di Kota Serang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Budi, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga membutuhkan langkah intervensi ketika terjadi kenaikan harga komoditas.
Pemkot Serang melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar dan memeriksa ketersediaan pasokan untuk mengantisipasi gejolak harga.
Pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan atau aduan masyarakat mengenai kondisi harga.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi penimbunan maupun permainan harga yang dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasaran.
Selain pemantauan pasar, Pemkot Serang juga mengandalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu instrumen untuk membantu menjaga keseimbangan harga.
Budi mengatakan GPM perlu terus dilakukan, terutama ketika harga komoditas di pasaran mengalami kenaikan.
“Gerakan Pangan Murah tentu harus dilakukan untuk mengimbangi harga pasar. Ketika harga tinggi, kita turunkan barang. Itu bagian dari upaya menjaga inflasi,” katanya.
Editor Daru












