SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Manggarai Barat, NTT – PT Astra Honda Motor (AHM) secara sigap memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi sejak Agustus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui berbagai rangkaian bantuan kemanusiaan.
Berkolaborasi dengan pemerintah, AHM memperkuat salah satu fondasi utama pemulihan yaitu prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat Sabtu 3 Oktober. Selain dukungan di bidang kesehatan dari AHM, kontribusi Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) di NTT juga hadir melalui upaya menjaga pelestarian lingkungan di wilayah habitat komodo dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Melalui berbagai dukungan prasarana kesehatan yang diberikan AHM, lebih dari 7.200 orang warga dari desa sekitar Puskesmas Warsawe dapat kembali merasakan layanan kesehatan secara optimal pasca bencana. Dukungan tersebut berupa prasarana dan peralatan penunjang pelayanan untuk mendukung kembali layanan kesehatan primer, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat bagi masyarakat di wilayah pelayanan puskesmas.
Berbagai dukungan yang diberikan di antaranya fasilitas penunjang listrik, ketersediaan air bersih, serta perangkat pendukung pelayanan kesehatan. Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, menyampaikan bahwa pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan pascabencana merupakan prioritas utama yang dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit kembali.
“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fani.
Pemulihan layanan kesehatan juga akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT. Revitalisasi ini dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar secara optimal, khususnya pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, hingga pemantauan kesehatan remaja dan lansia.
Langkah pemulihan ini melanjutkan kehadiran AHM dalam mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat pasca gempa yang melanda NTT pada bulan Agustus hingga awal Oktober. Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar secara bertahap berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka (17-19/8).
Dukungan kemanusiaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut mencakup perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, penyediaan paket makanan bergizi setiap hari selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air pascabencana.
General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan pemulihan pasca bencana membutuhkan dukungan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktifnya sehari-hari.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.
Perkuat Ekosistem Pesisir
Melengkapi kepedulian dalam pemulihan sosial, kesehatan, dan lingkungan di NTT, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia, jaringan main dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT, serta Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia memperkuat ekosistem pesisir melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo (5/10).
Penanaman ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Mangrove berperan penting sebagai pelindung pesisir, penyimpan karbon biru (blue carbon), serta habitat berbagai biota di kawasan yang menjadi rumah bagi komodo, satwa endemik Indonesia. Rehabilitasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam merawat lingkungan pesisir.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodos, serta masyarakat sekitar.
Melalui upaya ini, Yayasan AHM berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian habitat komodo agar kekayaan alam Pulau Komodo tetap terpelihara bagi generasi mendatang.











