SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan program sekolah gratis dapat menjangkau hingga 120 ribu anak pada 2026. Program unggulan tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Banten memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di delapan kabupaten/kota.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, program sekolah gratis sejak pertama kali diluncurkan telah memberikan manfaat kepada sekitar 60 ribu anak yang bersekolah di SMA negeri atau sederajat pada 2025.
“Tahun 2026 ini, ditargetkan bisa menjangkau 120 ribu anak, termasuk siswa Madrasah Aliyah (MA) sekitar 10 ribuan anak,” kata Jamaluddin, Senin 5 Oktober 2026.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Banten memastikan akses pendidikan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Banten.
“Program ini merupakan program unggulan Pak Gubernur berkaitan dengan bagaimana akses pendidikan yang ada di Provinsi Banten, delapan kabupaten/kota, insyaallah terakses semuanya,” ujarnya.
Jamaluddin menjelaskan, perluasan akses pendidikan tidak hanya dilakukan melalui program sekolah gratis. Pemprov Banten juga melakukan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) untuk mendekatkan akses pendidikan kepada masyarakat.
“Ada tujuh sekolah yang sudah diresmikan oleh Pak Gubernur kemarin, dan targetnya sampai dengan 2029 insyaallah sampai 18 sekolah unit baru,” katanya.
Selain memperluas akses, Dindikbud Banten juga menargetkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Pemerintah, kata Jamaluddin, terus mendorong agar anak-anak di Banten dapat memperoleh pendidikan hingga menyelesaikan jenjang sekolahnya.
“Mudah-mudahan ke depan, mengurangi pengangguran dan juga termasuk tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, itu harapannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov Banten juga memberikan perhatian terhadap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dindikbud mendorong agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja sehingga dapat segera terserap lapangan pekerjaan.
“Tamatan SMK kita dorong tidak ada lagi pengangguran dari jenjang SMK. Kita kuatkan terus berkaitan dengan anak-anak lulusan SMK sehingga anak-anak lulusan SMK ini bisa bekerja sesuai dengan kompetensinya masing-masing,” ungkapnya.
Editor Bayu Mulyana












