LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Sekda Lebak Halson Nainggolan, mendorong generasi muda melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, keberadaan bahasa daerah perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Hal tersebut menjadi penting di tengah perkembangan zaman yang membawa perubahan dalam pola komunikasi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga merupakan warisan nilai, kearifan lokal, serta cerminan jati diri bangsa,” ujar Halson, Selasa 6 Oktober 2026.
Halson mengatakan, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk menjaga, merawat, sekaligus melestarikan keberadaan bahasa daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.
Menurutnya, bahasa ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, sejarah, dan kebudayaan suatu masyarakat. Bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga merupakan warisan nilai, kearifan lokal, serta cerminan jati diri bangsa.
“FTBI menjadi momentum strategis untuk menjaga, merawat, dan melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi
muda,” kata Halson.
Pelestarian tersebut tidak hanya dilakukan melalui penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga melalui berbagai kegiatan edukatif dan kebudayaan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.
“Kita berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya mereka,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, serta berbagai pihak terkait.
Editor: Bayu Mulyana












