SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menghadirkan 11th Annual International Seminar on English Language Teaching (AISELT 11) 2026.
Program ini sebuah forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas perkembangan terbaru dalam pembelajaran bahasa Inggris di tengah transformasi digital.
Mengusung tema “Global Voices, Digital Futures: New Perspectives in ELT,” AISELT 11 menempatkan perkembangan teknologi, perspektif global, serta inovasi dalam English Language Teaching (ELT) sebagai bagian penting dari dialog akademik mengenai masa depan pembelajaran bahasa Inggris.
Antusiasme terhadap penyelenggaraan AISELT 11 terlihat dari tingginya partisipasi akademisi dan peserta. Panitia menerima 72 abstrak dan menghadirkan 85 paper presenters, sementara jumlah peserta mencapai 206 orang dari 33 afiliasi.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya minat terhadap AISELT sekaligus pentingnya ruang akademik untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan gagasan inovatif dalam bidang pembelajaran Bahasa Inggris.
AISELT 11 menghadirkan 5 pembicara, Dr. Aisling O’Boyle dari Queen’s University Belfast, Prof. Danielle de Almeida Menezes dari Universidade Federal do Rio de Janeiro, Prof. Dr. Hj. Nurhaedah Gailea, M.Hum. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Prof. Emi Emilia, M.Ed, Ph.D. serta Ari Arifin, Ph.D, dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Kehadiran para pembicara memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan pembelajaran bahasa Inggris dan tantangan pendidikan di masa depan.
Forum ini juga dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi mitra. Kehadiran tersebut memperlihatkan bahwa AISELT berkembang tidak hanya sebagai kegiatan seminar, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi antarlembaga.
Salah satu kekuatan utama AISELT 11 adalah keterlibatan sembilan perguruan tinggi sebagai co-host, yaitu Universitas Negeri Jember, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Universitas Bina Bangsa, Universitas Faletehan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Mathla’ul Anwar, Universitas Islam Syekh-Yusuf, STKIP Syekh Manshur, dan Universitas Al-Khairiyah.
Kolaborasi tersebut memperluas jejaring akademik AISELT sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam pengembangan pembelajaran bahasa Inggris. Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh co-host atas kepercayaan, dukungan, dan komitmen yang diberikan dalam penyelenggaraan AISELT 11.
Tema “Global Voices, Digital Futures: New Perspectives in ELT” menjadi refleksi atas perubahan yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi pembelajaran bahasa Inggris, sehingga diperlukan perspektif, pendekatan, dan praktik pembelajaran yang terus berkembang.
Melalui presentasi ilmiah dan pertukaran gagasan, AISELT 11 memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendiskusikan penelitian dan praktik pembelajaran dari berbagai konteks.
Forum ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan baru yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap praktik pembelajaran bahasa Inggris.
Dalam laporannya, Ketua panitia Dr. Rosmania Rima, M. Pd. mengatakan, AISELT 11 diharapkan menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, membangun koneksi, menginspirasi inovasi, dan membentuk masa depan pendidikan.
“Keberhasilan AISELT 11 merupakan hasil dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Panitia menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dekan FKIP Untirta, pimpinan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, institusi mitra, pembicara utama, para presenter, dan peserta.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada seluruh panitia AISELT 11, khususnya para dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang telah menunjukkan dedikasi, kerja sama, dan komitmen selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan,” katanya.
“Melalui AISELT 11 2026, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menegaskan komitmennya untuk terus membangun ruang akademik yang terbuka bagi pertukaran gagasan, pengembangan penelitian, kolaborasi internasional, dan inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris,” pungkasnya.
AISELT 11 2026 menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menghubungkan global voices, merespons digital futures, dan menghadirkan perspektif baru dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Editor: Abdul Rozak












