• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Sekam

Kalau Kurang, Tambah

Mashudi by Mashudi
Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
in Sekam
Kalau Kurang, Tambah

Sejak pertama diajari makan sendiri, saya juga diajari mengukur kemampuan sendiri. Uku­rannya sederhana: berapa banyak nasi, lauk, dan sayur yang sanggup saya habiskan.

Ayah, yang saya panggil Abah, disiplin soal ini. Beliau bisa marah kalau ada anaknya me­nyisakan makanan di piring. Keluarga ka­mi punya kebiasaan makan bersama, baik pagi, siang, maupun sore. Hingga saya lulus SMP, kami sangat jarang makan malam. Bia­sanya sudah makan sore, karena selepas magrib wak­tunya belajar mengaji. Saat makan bersama, selalu ada kesempatan bagi beliau memper­hatikan isi piring kami. 

RelatedPosts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ongkos Menunggu Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 07:38
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ujian Kemanusiaan

Kamis, 1 Oktober 2026 07:26

“Ambil secukupnya. Kalau kurang, tinggal tambah.”

Nasihat itu berulang. Kadang sebelum kami mengambil nasi, kadang ketika be­liau melihat isi piring yang tampaknya terlalu bersemangat. Waktu kecil, saya lebih mudah memahami marahnya daripada maksudnya. Menghabiskan makanan terasa seperti aturan rumah yang harus dipatuhi. Belakangan, saya mengerti. Abah sedang mengajari kami menghargai sesuatu yang setiap hari tersedia, sampai mudah dianggap biasa. Makanan.

Beliau selalu mengingatkan, masih banyak orang di luar sana yang kekura­ngan. Dulu, kalimat itu terasa jauh. Orang-orang tersebut tidak duduk ber­sama kami. Kami tidak melihat piring mereka. Abah pun mengingatkan kalau kami makan berlebihan. 

Jadi, meng­ha­biskan makanan dimulai sejak me­ngambilnya. Secukupnya saja, supaya perut tidak perlu menanggung kesalahan tangan. Sekarang, nasihat itu sering muncul ketika saya melihat makanan tersisa. Di rumah, prasmanan acara undangan, saat sarapan di hotel, atau di restoran makan sepuasnya. Di rumah, kadang kita mengambil nasi seperti sedang lapar sekali. Lauk dan sayur ikut memenuhi piring. Setelah makan separuh, ternyata sudah kenyang. Sisanya diletakkan begitu saja, lalu terlupakan.

Di acara undangan, godaannya berbeda. Kita mengikuti antrean prasmanan dengan piring yang makin lama makin penuh. Nasi, mi, daging, ayam, dan sayur. Kadang khawatir juga, kalau nanti kem­bali, lauk yang diincar sudah habis. Le­bih baik ambil sekarang, pikir kita. Sampai di kursi, barulah terasa terlalu banyak. 

Apalagi ternyata masih ada bakso atau siomay di stan sebelah. Ingin mencoba juga, sementara isi piring pertama belum selesai.

Saat sarapan di hotel, pilihan yang banyak membuat kita ingin mencicipi semuanya. Nasi goreng diambil, roti me­nyusul. Ada bubur, telur, sosis, dan buah. Belum habis yang satu, sudah melirik yang lain. Saya pun kadang tergoda. Mata berkeliling duluan, se­mentara perut belum sempat diajak be­runding.

Di restoran makan sepuasnya, atau all you can eat, ada godaan lain: merasa ha­rus makan sebanyak mungkin karena sudah membayar. Kita menghitung sudah mengambil berapa porsi. Berhenti ketika kenyang malah terasa rugi. Padahal, perut tidak membaca harga paket. 

Akhirnya, makanan tertinggal. Roti yang baru digigit, nasi yang masih separuh, atau daging yang telanjur di­ambil terlalu banyak. Petugas mengangkat piring. Meja bersih kembali. Sisa makanan menghilang dari pandangan, sehingga urusannya terasa selesai.

Karena itu, saya bisa memahami res­toran yang mengenakan biaya tam­bahan untuk makanan yang sudah diambil tetapi tidak dihabiskan. Pelanggan boleh mengambil lagi, tetapi setiap porsi yang dipindahkan ke piring perlu diper­hi­tungkan. Rupanya, nasihat Abah sekarang ada juga yang ditulis dalam tata tertib restoran. Bedanya, dulu cukup dengan tatapan beliau. Sekarang, ada tambahan di tagihan.

Kabar makanan dari program Makan Bergizi Gratis yang tersisa di sejumlah sekolah pun membuat miris. Sebagian berakhir menjadi pakan ternak, semen­tara masih ada warga yang kesulitan makan. Kalau terus tersisa, menu, porsi, dan waktu pembagiannya perlu ikut diperiksa.

Pada Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober, saya teringat kebiasaan makan keluarga kami. Lebih sering mengampar di lantai daripada duduk di meja makan. Abah tidak pernah menjelaskan soal ketahanan pangan. Nasihatnya cukup pendek untuk di­ingat seorang anak. Kalau kurang, tambah.

Tentu persoalan pangan tidak selesai dengan menghabiskan isi piring. Ada urusan produksi, harga, distribusi, dan kemampuan keluarga membeli makanan. Orang yang kesulitan makan membu­tuhkan jalan keluar yang nyata. Di meja sendiri, saya masih belajar menjalankan nasihat Abah. Menghabiskan yang sudah diambil, lalu memastikan apakah me­mang masih lapar sebelum menam­bah.

Saya membayangkan Abah duduk di meja all you can eat hari ini. Melihat saya kembali membawa piring penuh, padahal makanan masih tersedia dan bisa diambil kemudian. Mungkin beliau akan mengulang nasihat yang sama.

Dan saya, meski sudah lama bisa mengambil makan sendiri, ternyata masih perlu mendengarnya. (*)

Tags: Catatan Sekamgaya hidupHari Pangan Seduniaketahanan panganMakan Bergizi GratisopiniSampah MakananSekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dinsos Cilegon Minta Data Penerima Bansos Diperiksa Berkala agar Tepat Sasaran

Next Post

Jonatan Christie Tantang Alwi Farhan di Babak 16 Besar Denmark Open 2026

Next Post
Jonatan Christie Tantang Alwi Farhan di Babak 16 Besar Denmark Open 2026

Jonatan Christie Tantang Alwi Farhan di Babak 16 Besar Denmark Open 2026

barang tertinggal di kereta

Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp4,46 Miliar, Sebagian Sudah Dikembalikan KAI

Rabu, 14 Oktober 2026 19:14
Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Rabu, 14 Oktober 2026 11:44
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Kecamatan Tigaraksa borong empat penghargaan

Kecamatan Tigaraksa Borong Empat Penghargaan pada HUT ke-394 Kabupaten Tangerang

Rabu, 14 Oktober 2026 08:58
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kejari Lebak Tangani 34 Perkara Pencabulan Anak dan 49 Kasus Narkotika Sepanjang 2026

Kejari Lebak Tangani 34 Perkara Pencabulan Anak dan 49 Kasus Narkotika Sepanjang 2026

by Nurabidin
Kamis, 15 Oktober 2026 09:20
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus pencabulan terhadap anak dan penyalahgunaan narkotika menjadi perkara yang menonjol ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak. Sepanjang...

Jonatan Christie Tantang Alwi Farhan di Babak 16 Besar Denmark Open 2026

Jonatan Christie Tantang Alwi Farhan di Babak 16 Besar Denmark Open 2026

by Nurabidin
Kamis, 15 Oktober 2026 09:12
0

Jonatan Christie saat bertanding. (Foto: Badminton Indonesia/Instagram)

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.