KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menambah 147 ruang kelas baru dan merehabilitasi 205 ruang kelas pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sepanjang 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi mengatakan bahwa pembangunan dan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Di mana berdasarkan data kegiatan fisik 2026, pembangunan di jenjang SD mencakup penambahan 79 ruang kelas, rehabilitasi 154 ruang kelas, serta pembangunan satu unit sekolah baru (USB).
Sementara itu kata Supriyadi, untuk jenjang SMP, Pemkab Tangerang menambah 68 ruang kelas dan merehabilitasi 51 ruang kelas serta tiga ruang laboratorium.
“Jadi, pembangunan fasilitas pendukung juga meliputi lapangan seluas 10.488 meter persegi dan pagar sepanjang 1.455 meter,” kata Supriyadi, Kamis 15 Oktober 2026.
Supriyadi juga mengungkapkan, penanganan sarana pendidikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi bangunan, tingkat urgensi, dan skala prioritas.
“Memang yah, kebutuhan sekolah di Kabupaten Tangerang sangat besar sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi, urgensi dan skala prioritas,” ungkapnya.
Ia menerangkan, sekolah yang belum mendapatkan pembangunan atau rehabilitasi tetap masuk dalam inventarisasi kebutuhan dan evaluasi pemerintah daerah untuk menentukan program berikutnya.
Terkait kondisi SDN Kadusirung II di Kecamatan Pagedangan, Supriyadi menegaskan bahwa penanganannya akan didasarkan pada hasil inventarisasi, kajian teknis bangunan, dan skala prioritas.
“Sekolah tersebut direncanakan masuk dalam rencana kerja 2027,” terangnya.
Supriyadi bilang, selain pembangunan fisik, Pemkab Tangerang juga menjalankan program sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP swasta untuk memperluas akses pendidikan masyarakat.
Pemerintah daerah juga turut melaksanakan Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Sepanjang 2025 hingga 2026.
Program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat, mulai dari mahasiswa baru, mahasiswa aktif, hingga mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung keberlanjutan pendidikan masyarakat hingga jenjang perguruan tinggi.
“Kami menyatakan pendataan kebutuhan ruang kelas, rehabilitasi bangunan sekolah, pembangunan fasilitas pendukung, serta pemerataan akses pendidikan akan terus dilakukan sebagai dasar penyusunan program pada tahun anggaran berikutnya,” pungkas Supriyadi.
Editor: Abdul Rozak












