• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Pesantren, Kekuatan Resistensi Modernisasi

Redaksi by Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 06:09
in Berita Utama, Wacana Publik
Pesantren, Kekuatan Resistensi Modernisasi

Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan dan penyiaran agama Islam merupakan identitas pesantren pada awal perkembangannya. Sekarang, setelah terjadi banyak perubahan di masyarakat sebagai akibat berbagai pengaruh, definisi tersebut tidak lagi memadai, walaupun pada intinya pesantren tetap menjalankan fungsi aslinya yang selalu dipelihara di tengah derasnya perubahan.

Bahkan, karena menyadari arus perubahan yang kerap kali tak terkendali, pihak luar justru melihat keunikan pesantren sebagai wilayah sosial yang mengandung kekuatan resistensi terhadap dampak modernisasi.

RelatedPosts

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Sudahkah Buruh Sejahtera?

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Sudahkah Buruh Sejahtera?

Rabu, 21 Oktober 2026 10:41
Laptop Kreator ASUS Dibanderol Rp114 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Laptop Kreator ASUS Dibanderol Rp114 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Rabu, 21 Oktober 2026 10:29
5.196 PPPK di Lebak Tak Ada yang Indisipliner, Dua PNS Disanksi

5.196 PPPK di Lebak Tak Ada yang Indisipliner, Dua PNS Disanksi

Rabu, 21 Oktober 2026 07:28
Hasil French Open 2026: Lima Wakil Indonesia ke 16 Besar, Ubed Singkirkan Jonatan Christie

Hasil French Open 2026: Lima Wakil Indonesia ke 16 Besar, Ubed Singkirkan Jonatan Christie

Rabu, 21 Oktober 2026 07:20

Dalam pembahasan sistem yang dikembangkan, pesantren merupakan pranata yang muncul dari agama dan tradisi Islam. Akar kultural sistem nilai yang dikembangkan pesantren ialah Ahlussunnah wal Jamaah. Jika dibahas lebih jauh, akar-akar kultural ini akan membentuk beberapa segmentasi pemikiran pesantren yang mengarah pada watak ideologis pemahamannya.

Konteks intelektualitas pesantren, misalnya, terbentuk melalui ideologi pemikiran. Dalam fikih, pemikiran pesantren lebih didominasi ajaran Syafi’iyah, walaupun biasanya pesantren mengakui empat mazhab. Begitu juga dalam pemikiran tauhid, pesantren dipengaruhi pemikiran Abu Hasan al-Asy’ari dan al-Ghazali. Hal tersebut turut memengaruhi rumusan kurikulum dan kitab-kitab yang digunakan, yang berlandaskan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah atau mazhab Sunni.

Secara lokal, paham sentralisasi pesantren yang mengarah pada pembentukan pemikiran terideologisasi turut memengaruhi pola sentralisasi sistem yang berkembang di dalamnya. Dalam dunia pesantren, otoritas tertinggi berada pada kiai. Selain menjadi pemimpin formal, kiai juga merupakan figur yang mengarahkan orientasi kultural dan tradisi keilmuan setiap pesantren.

Menurut Habib Chirzin, keunikan pesantren tersebut menjadi bagian dari tradisi yang perlu dikembangkan karena setiap pesantren memiliki efektivitas dalam melakukan mobilisasi kultural dan menggerakkan komponen-komponen pendidikannya.

Berbeda dengan lembaga pendidikan lain yang umumnya menyatakan tujuan pendidikan secara jelas, misalnya dalam anggaran dasar, pesantren, terutama pesantren lama, pada umumnya tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara eksplisit. Hal ini dipengaruhi oleh kesederhanaan pesantren yang sesuai dengan motivasi pendiriannya. Kiai mengajar dan santri belajar atas dasar ibadah, tanpa selalu menghubungkannya dengan tujuan tertentu dalam bidang pekerjaan, jabatan, atau hierarki sosial dan ekonomi.

Pada sebagian pesantren lama, istilah kurikulum tidak ditemukan secara formal, meskipun materinya hadir dalam praktik pengajaran, bimbingan rohani, dan latihan kecakapan hidup sehari-hari. Bahkan, dalam kajian atau hasil penelitian, pembahasan kurikulum pesantren secara sistematis relatif jarang ditemukan. Karel A. Steenbrink, misalnya, dalam penelitiannya tentang pesantren lebih banyak mengemukakan uraian naratif mengenai interaksi santri dan kiai serta pengajaran agama Islam, termasuk Al-Qur’an dan kitab-kitab yang digunakan sehari-hari.

Dinamika Pondok Pesantren

Dalam perspektif sejarah, lembaga pendidikan yang terutama berbasis di pedesaan ini telah mengalami perjalanan panjang sejak sekitar abad ke-18. Seiring berjalannya waktu, pesantren tumbuh dan berkembang mengikuti proses pembangunan serta dinamika masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya upaya pesantren untuk mendinamiskan diri sesuai dengan tuntutan dan perubahan masyarakat.

Dinamika lembaga pendidikan Islam yang relatif tua di Indonesia ini terlihat dalam beberapa hal. Pertama, peningkatan jumlah pesantren yang tercatat di Kementerian Agama. Kedua, kemampuan pesantren untuk tetap bertahan di tengah berbagai perubahan masyarakat.

Pesantren mampu memobilisasi sumber daya, baik tenaga maupun dana, serta berperan sebagai benteng terhadap berbagai budaya yang berdampak negatif. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki daya tahan dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat. Secara sosiologis, hal tersebut menunjukkan bahwa pesantren masih memiliki fungsi nyata yang dibutuhkan masyarakat.

Namun, perkembangan kuantitatif dan kemampuan bertahan di tengah perubahan tidak otomatis menunjukkan kemampuan pesantren untuk bersaing dalam memperebutkan peserta didik. Dominasi pesantren dalam dunia pendidikan mulai menurun secara drastis setelah 1960-an. Salah satu faktornya adalah terbukanya lapangan pekerjaan modern bagi warga Indonesia yang memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah umum.

Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah juga memberikan perhatian lebih besar terhadap sistem pendidikan nasional dengan membangun sekolah umum dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa sebagian pesantren tetap menjalankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tanpa perubahan dan inovasi berarti, selain sekadar bertahan.

Namun, ada pula pesantren yang mencoba mencari jalan sendiri dengan harapan memperoleh hasil lebih baik. Pesantren semacam ini menyusun kurikulum berdasarkan kebutuhan santri dan masyarakat sekitarnya.

Apa pun motif perbincangan mengenai dinamika pesantren, harus diakui bahwa perubahan tersebut membawa dampak besar. Ketika teknologi semakin canggih, pesantren pun tidak ketinggalan zaman dan terus berupaya menyesuaikan diri dengan berbagai persoalan pendidikan dan sistem pembelajaran, mulai dari sekadar mengaji hingga mengkaji secara lebih mendalam.

Hal itu menjadi bukti bahwa pesantren mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pesantren tidak akan mengalami stagnasi selama setiap unsurnya mampu menyikapi dan merespons perkembangan aktual secara tepat.

Selamat Hari Santri. Semoga berkah selalu.

Encep Safrudin Muhyi

Penulis : Dr. H. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc, dosen Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Cikedal, Pandeglang, dan penulis buku Transformasi Kepemimpinan Pendidikan.

Tags: Encep Safrudin MuhyiHari Santripendidikan islamPondok Pesantrenwacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kebakaran Landa Dapoer Kharisma di Tangerang, Kerugian Ditaksir Capai Rp8 Miliar

Next Post

Bupati Dewi Hadiri Pengajian Muslimat NU, Dorong Penguatan Peran Ibu dalam Keluarga

Next Post
Bupati Dewi Hadiri Pengajian Muslimat NU, Dorong Penguatan Peran Ibu dalam Keluarga

Bupati Dewi Hadiri Pengajian Muslimat NU, Dorong Penguatan Peran Ibu dalam Keluarga

Sertijab Polda Banten

Dilantik Kapolda Banten, AKBP Muhammad Fauzan Syahrir Resmi Menjabat Direktur Reskrimum

Selasa, 20 Oktober 2026 07:37
bus listrik Kota Serang

Mesra Keliling Kota Serang, Budi Rustandi dan Arfina Jajal Bus Listrik Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 09:49
Gunung Anak Krakatau Siaga

Anak Krakatau Masih Siaga, Terekam 26 Kali Gempa Hybrid dalam Enam Jam

Senin, 19 Oktober 2026 11:25
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid

Jelang Musim Hujan, Bupati Tangerang Tinjau Titik Rawan Banjir di Pasar Kemis

Senin, 19 Oktober 2026 17:51
PPPK paruh waktu bolos

Kepala BKN RI Bongkar Banyak PPPK Paruh Waktu Bolos, Ada yang Dipecat

Selasa, 20 Oktober 2026 15:46
Hasil French Open 2026: Lima Wakil Indonesia ke 16 Besar, Ubed Singkirkan Jonatan Christie

Hasil French Open 2026: Lima Wakil Indonesia ke 16 Besar, Ubed Singkirkan Jonatan Christie

Rabu, 21 Oktober 2026 07:20
Budi Rustandi kumpulkan ASN Kota Serang

Budi Rustandi Bakal Kumpulkan Lurah, Camat, dan ASN Pemkot Serang

Senin, 19 Oktober 2026 17:09

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Sudahkah Buruh Sejahtera?

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Sudahkah Buruh Sejahtera?

by Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 10:41
0

Nu’man Fauzi, Sekretaris Jamnaker Watch, Aktivis Gerakan Buruh

Laptop Kreator ASUS Dibanderol Rp114 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Laptop Kreator ASUS Dibanderol Rp114 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

by Aas Arbi
Rabu, 21 Oktober 2026 10:29
0

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator profesional ProArt P14 dan ProArt P16 di Indonesia. Dibanderol hingga Rp113,99 juta,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.