• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Adde Rosi Dorong Kuliner Tradisional Mais dan Masak Jadi Identitas Budaya Pandeglang

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Sabtu, 31 Oktober 2026 09:41
in Berita Utama, Pandeglang
Adde Rosi Dorong Kuliner Tradisional Mais dan Masak Jadi Identitas Budaya Pandeglang

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa mendorong kuliner tradisional Mais dan Masak menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Pandeglang. Upaya tersebut dinilai penting untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Dorongan itu disampaikan Adde Rosi saat menghadiri kegiatan Semarak Budaya yang digelar Komisi X DPR RI bersama Kementerian Kebudayaan di Agro Wisata Kampung Domba, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 30 Oktober 2026.

RelatedPosts

Pelantikan pengurus gerindra banten

Dasco Minta Gerindra Banten Panaskan Mesin Politik, Caleg Internal Disiapkan Turun 2027

Minggu, 1 November 2026 17:25
Wilayah Pandeglang diguyur hujan deras

Pandeglang Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Minggu, 1 November 2026 15:52
Risiko Cicilan Kopdes Merah Putih

Pengamat Soroti Risiko Cicilan Kopdes Merah Putih, Keuntungan Usaha Belum Terjamin

Minggu, 1 November 2026 15:49
Dana Desa untuk Cicilan Kopdes

Pembangunan Desa Berpotensi Terhambat, AKSI Banten Minta Dana Desa Dipulihkan

Minggu, 1 November 2026 14:15

Kegiatan yang mengangkat tema kuliner tradisional sebagai identitas budaya dan daerah tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai sejarah dan filosofi di balik makanan khas Pandeglang.

Menurut Adde Rosi, warisan budaya leluhur tidak hanya sebatas tarian, pakaian adat, maupun bahasa daerah. Kuliner tradisional juga menjadi bagian penting dari identitas budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kuliner khas Pandeglang memiliki nilai historis dan filosofi mendalam. Selama ini, hidangan tradisional tersebut sering kali hanya dijumpai dalam acara pernikahan, padahal eksistensinya memiliki cerita yang jauh lebih kuat,” kata Adde Rosi.

Ia menjelaskan, kuliner tradisional juga memiliki keterkaitan erat dengan berbagai kegiatan adat, seperti acara kasepuhan, upacara adat, hingga ritual peninggalan leluhur.

Selain itu, keberadaan kuliner tradisional tidak terlepas dari peran perempuan dan para ibu dalam menjaga serta mewariskan tradisi secara turun-temurun.

Karena itu, Adde Rosi menilai perlu ada edukasi kepada generasi muda agar sejarah dan filosofi makanan tradisional Pandeglang tidak hilang ditelan zaman.

“Melalui kegiatan ini, bagian dari edukasi dengan mengenalkan sejarah dan filosofi di balik makanan tradisional agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Untuk memperluas pengenalan kuliner khas Pandeglang, Adde Rosi juga mengusulkan penyelenggaraan Festival Masak dan Mais pada masa mendatang.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu inovasi untuk memperkenalkan potensi kuliner daerah sekaligus meningkatkan daya tarik Pandeglang di luar daerah.

“Kita di Pandeglang ini harus kreatif, harus kolaboratif dan juga berinovasi. Salah satunya agar Pandeglang lebih dikenal oleh masyarakat di luar, yaitu dengan cara kulinernya,” katanya.

Lebih lanjut, Adde Rosi menekankan pentingnya memasukkan sejarah dan kebudayaan lokal ke dalam materi muatan lokal di sekolah. Menurutnya, pembelajaran seni dan budaya jangan hanya berorientasi pada kebudayaan dari luar Pandeglang maupun Banten.

“Kami berharap nanti kita bisa komunikasikan dengan Dinas Pendidikan bahwa muatan lokal seni budaya itu jangan hanya berbicara seni budaya yang ada di luar Pandeglang. Kami ingin anak-anak Banten, anak cucu kita ke depannya itu tahu bagaimana sejarahnya, Bupati pertama siapa, kewedanaannya seperti apa, kemudian prasasti-prasasti yang ditinggalkannya juga seperti apa,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, pihaknya bersama budayawan Pandeglang berencana menggelar kegiatan napak tilas sejarah daerah. Hasil penelusuran tersebut nantinya akan dibukukan dan diusulkan menjadi bagian dari materi pembelajaran seni dan budaya di sekolah.

Sementara itu, budayawan Pandeglang, Kang Chandra, mengatakan kuliner tradisional seperti Mais dan Masak bukan sekadar makanan, melainkan memiliki nilai sejarah dan filosofi yang perlu dipahami masyarakat.

Ia mencontohkan, istilah pasung juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan tujuan tertentu dalam tradisi masyarakat.

Chandra juga menyoroti belum tersedianya museum di Kabupaten Pandeglang sebagai tempat penyimpanan dan pelestarian artefak, prasasti, serta berbagai peninggalan sejarah daerah.

Menurutnya, keberadaan museum akan menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Pandeglang secara lebih dekat.

“Sangat disayangkan saat ini di Pandeglang belum ada museum yang bisa dikunjungi anak-anak kita. Kalau ada museum dengan segala macam sejarahnya, artefaknya, prasastinya, dengan sejarah yang sudah tertulis, saya rasa akan menjadi hal yang sangat menarik,” katanya.

Selain mendorong pelestarian budaya, Chandra juga meminta pemerintah daerah memperhatikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap kuliner asli Pandeglang.

Ia berharap kuliner tradisional daerah segera didaftarkan sebagai kekayaan intelektual melalui mekanisme yang sesuai agar memiliki perlindungan hukum dan tidak diklaim pihak lain.

“Jangan sampai menunggu besar dulu kemudian nanti diperebutkan haknya oleh berbagai macam pihak. Kami berharap dinas yang membawahi hal ini bisa bersama-sama dengan Kemenkum agar hal-hal yang menjadi perhatian masyarakat ini diprioritaskan untuk diusulkan sebelum keburu booming dan viral diambil orang,” pungkasnya.

Editor: Mastur Huda

Tags: Adde Rosi Khoerunnisabudaya pandeglangKampung DombaKomisi X DPR RI
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

DPRD Pandeglang Dorong Program Jakamantul Berlanjut, Usulkan Anggaran Rp87 Miliar

Next Post

DPC Gerindra Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani

Next Post
DPC Gerindra Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani

DPC Gerindra Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani

DPW PPP Banten

DPW PPP Banten Apresiasi Keputusan DPP PPP Memberhentikan Agus dan Taj Yasin

Jumat, 30 Oktober 2026 16:52
Jonatan Christie final Hylo Open 2026

Jonatan Christie dan Tiwi/Fadia Lolos ke Final Hylo Open 2026, Indonesia Amankan Dua Tiket

Minggu, 1 November 2026 09:20
Kadin Cilegon

Kadin Cilegon Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Hadapi Gempuran Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:06
Tiket Kereta Jarak Jauh

Pemesanan Tiket Kereta Jarak Jauh Dibuka, KAI Ajak Warga Rangkasbitung Rencanakan Perjalanan

Minggu, 1 November 2026 13:49
Operasi Patuh Maung 2026

Hari Ketujuh Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Sasar Pasar Lama dan Rutan Serang

Minggu, 1 November 2026 12:05
Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 31 Oktober, Tujuh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 31 Oktober, Tujuh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Sabtu, 31 Oktober 2026 07:36
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Anggota Fraksi PDIP Ari Muhtadi

Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PDI Perjuangan Ari Muhtadi, Putra Daerah yang Ingin Bangun Tanah Kelahiran Lewat Jalur Politik

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 1 November 2026 18:08
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kursi legislatif DPRD Kabupaten Serang saat ini banyak diisi oleh wajah-wajah baru. Salah satunya ialah Ari Muhtadi, Legislator muda...

JAMKUSTIK

JAMKUSTIK Untirta Jadi Wadah Kembangkan Bakat Musik, Hadirkan 18 Band

by Haidaroh
Minggu, 1 November 2026 18:04
0

SERANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Klasik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) baru saja menggelar acara yang bertajuk JAMKUSTIK atau...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.