SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ruas jalan yang minim penerangan menjadi sasaran pembangunan penerangan jalan umum (PJU) melalui program Serang Menyala di Kota Serang pada 2026.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang memperkirakan pemasangan lampu jalan baru berpotensi menjangkau hingga 1.000 titik.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar. Saat ini, proses lelang pembangunan PJU tersebut masih berlangsung.
Kepala Dishub Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan pembangunan PJU baru akan difokuskan pada ruas jalan yang belum memiliki fasilitas penerangan memadai.
“Sekarang ini sedang proses lelang untuk PJU sebesar Rp2 miliar,” kata Diat, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bagian dari program Serang Menyala yang merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Serang.
Program itu diarahkan untuk memperluas jangkauan penerangan jalan, terutama di kawasan yang selama ini belum mendapatkan fasilitas PJU secara optimal.
Diat menjelaskan, penentuan lokasi pemasangan masih menunggu data teknis. Karena itu, jumlah titik yang akan dibangun belum dapat dipastikan secara rinci.
Sementara itu, ruas jalan protokol di Kota Serang disebut sebagian besar telah dilengkapi fasilitas penerangan. Penanganan terhadap lampu yang mati atau mengalami kerusakan di kawasan tersebut dilakukan melalui program pemeliharaan.
“Kalau jalan protokol, kalau tidak salah sudah habis. Kalau ada lampu yang mati, itu masuk pemeliharaan, bukan pembangunan. Nah, yang sekarang kita lakukan adalah pembangunan,” jelasnya.
Ia mengatakan, pemisahan antara pembangunan baru dan pemeliharaan dilakukan agar penanganan PJU sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan demikian, anggaran pembangunan diarahkan untuk menambah jangkauan penerangan di ruas jalan yang belum memadai, sedangkan kerusakan lampu yang sudah terpasang ditangani melalui kegiatan pemeliharaan.
Terkait jumlah pemasangan, Diat memperkirakan pembangunan PJU tahun ini dapat menjangkau sekitar 1.000 titik. Namun, angka tersebut masih bersifat perkiraan dan belum menjadi target final.
“Yang terbesar 2026 nanti sampai mungkin 1.000 titik. Mungkin ya, saya belum lihat,” ungkapnya.
Editor Bayu Mulyana












